My Love (just) For You Chapter 1

My Love (just) For You

Chapter 1

Image

...

Presented by Kim Yeri

.

Genre :: Romance.

.

Rate : T

.

Warning : GS For Sungmin, Typo(s).

.

Disclaimer : KyuMin milik Tuhan, Orang tua mereka, SUPER JUNIOR,

ELF, JOYERS.

 

*Kyuhyun POV

Aku mencintainya. Dia satu-satunya gadis yang ada di hidupku. Satunya-satunya gadis yang ingin ku miliki. Gadis yang hanya ada satu di dunia ini. Gadis yang berbeda dengan gadis lain yang ada di dunia ini. Gadis yang hanya tahu pria itu adalah aku dan ayahnya. Gadis yang sangat-sebenarnya ku paksa-bergantung kepadaku. Aku mencintai gadis yang benar-benar suci. Gadis yang sangat polos. Gadis yang bernama Lee Sungmin.

–O–

*Normal POV

Seperti biasa, sebelum berangkat ke sekolah, Kyuhyun menyempatkan dirinya ke rumah Sungmin, tetangga sekaligus sahabat, dan ehm…gadis tercintanya. Sungmin hanya tinggal berdua dengan ayahnya. Ibu Sungmin telah lama meninggal, tepatnya saat Sungmin dilahirkan. Kyuhyun mengenal Sungmin sejak gadis itu dilahirkan. Yah, bisa dikatakan sejak mereka berdua dilahirkan. Ayah Kyuhyun dan Ayah Sungmin adalah sepasang sahabat, bahkan setelah mereka berkeluarga dan masing-masing memilki anak.

*Kyuhyun POV

Gadisku masih terlelap. Mata indah itu masih enggan terbuka. Aku hanya memandanginya, tanpa berniat untuk membangunkan gadis-ku ini.Dia terlalu indah bahkan di saat ia tak melakukan apa-apa. Untuk kesekian kalinya aku terpesona karenanya.

Perlahan ku kecup masing – masing kelopak matanya.

“hana…dul…set…”Aku menghitung perlahan, dan…

GREP!

Seperti hari-hari sebelumnya, terutama dua tahun belakangan ini, ia akan memelukku setiap ku lakukan hal tadi. Katakan aku bodoh, tapi biarkan aku menikmatinya. Menikmati hangat dekapannya yang ku yakinkan hanya milikku seorang.

“Pagi Kyu”. Dengan mata yang masih enggan terbuka ia menyapaku. Suara serak namun lembut itu terdengar begitu indah di telingaku. Bertahun-tahun aku terus mendengarnya, namun tak ada rasa bosan yang menghampiriku. Yang ada, aku semakin ingin, lagi dan lagi, mendengar suara gadis–tercintaku- ini.

“Putri pemalas, waktunya bangun. Kau  tak ingin ikut denganku ke kampus?”

Ia mengerjapkan matanya, dan perlahan melepaskan pelukannya dariku. Sedikit tak rela, tapi tak apa. Toh, besok dan besoknya lagi ia akan memelukku seperti tadi.

Ku angkat tubuh mungilnya, membawanya ke kamar mandi. Mendudukkannya di dalam bath up. Ini juga adalah salah satu rutinitasku.

“15 menit cukup untuk mandi, arasseo?”

Ia hanya mengangguk. Selama ia mandi aku menyiapkan perlengkapannya untuk kuliah termasuk pakaiannya. Jangan salah paham, untuk urusan pakaian dalam, Sungmin-ku sendiri yangmenyiapkannya. Lagipula ia akan mengenakannya langsung di kamar mandi.

“Kyu, aku sudah selesai.”

Beranjak dari dudukku, ku hampiri kamar mandi, membuka pintu, dan mendapati Sungmin-ku sudah mengenakan baju mandinya. Ku hampiri dia, dan kembali mengangkatnya. Mendudukkannya di tempat tidurnya.

“Aku tunggu di luar, ya.”

–O–

*Normal POV

Ayah Kyuhyun dan Ayah Sungmin memiliki sebuah perusahaan yang mereka bentuk bersama. Tidak mengherankan jika hubungan keluarga mereka begitu erat. Dan hal itu pun terus berlanjut, bahkan untuk putra-putri mereka. Dulu, saat Sungmin tahu bahwa ibunya telah tiada saat ia dilahirkan, menjadikan ia gadis penyendiri. Saat itu, umur Sungmin 16 tahun, dan ia mulai paham akan hal itu, membuat ia semakin menutup diri. Tak ada yang berhasil memasuki dunia yang ia buat, bahkan ayahnya sendiri. Kyuhyun yang awalnya adalah sahabat Sungmin pun, tak bisa. Namun, Kyuhyun tak pernah menyerah. Berkali-kali ia berusaha mengajak Sungmin keluar dari dunianya, berkali-kali pula ia mengalami penolakan. Keadaan itu berlangsung selama 2 tahun lebih, hingga kejadian itu terjadi.

 

-Flashback on-

-2 years ago-

“Sungmin-a!!!!!” Kau di mana??!!”

Berkali-kali teriakan itu terlontar dari mulut Kyuhyun. Ia berlari di sekitar sekolah untuk mencari Sungmin yang tiba-tiba menghilang saat bel pulang berbunyi. Biasanya gadis itu langsung pulang. Dan Kyuhyun akan mengikutinya. Namun, kali ini Kyuhyun lengah. Ia bahkan tak melihat Sungmin setelah songsaengnim meninggalkan kelas.

“SUNGMIN-AA!!!! JAWAB AKU!!!”

Berbagai pikiran memenuhi otaknya. Kyuhyun terus berlari menyusuri koridor, lapangan, halaman belakang sekolah, hingga seorang satpam menghampirinya. Sungguh, Kyuhyun merasa jantungnya akan melompat saat mengetahui Sungmin naik ke atap sekolah. Tanpa pikir panjang, ia berlari menuju atap sekolah.

*Kyuhyun POV

Aku bersumpah akan membunuh diriku sendiri jika terjadi sesuatu pada Sungmin. Ya Tuhan, baru saja aku sampai di atap sekolah, dengan bodohnya aku hanya melongo melihat Sungmin menjatuhkan tubuhnya.

Aku kembali berlari ke bawah. Secepat yang aku bisa, menuju halaman belakang. Tak ada orang di sana selain Sungmin yang telah terkulai lemah. Sungguh, aku tak sanggup melihat darah yang ada di sekitarnya. Tanpa pikir panjang lagi, kuangkat tubuh rapuh itu. Melintasi lapangan sekolah, dan barulah orang-orang sadar apa yang telah terjadi. Aku tak peduli atas keterkejutan mereka. Aku hanya terus berlari mencari taksi, melupakan bahwa aku membawa mobil.

“Jika dilihat dari keadaannya, sepertinya nona Sungmin tak berniat untuk melompat. Mungkin ia terkejut. Jika ia memang berniat untuk melompat, di pastikan ia tak akan mencoba melindungi kepalanya, dan berusaha bertumpu dengan kakinya. Namun, karena jarak tempat jatuhnya lumayan tinggi, kakinya tidak bisa menahan tekanan yang kuat, sehingga sangat disayangkan, kedua kakinya tak bisa berfungsi lagi. Bukan karena tulang yang patah, namun saraf di persendian lututnya yang rusak.”

Penjelasan itu, hanya terdengar lirih di telingaku. Suara detak jantung gadis yang berbaring di hadapanku ini yang mendominasi pendengaranku. Suara yang meyakinkanku bahwa ia masih hidup. Ia masih bernapas. Ia masih ada di dunia ini. Tak peduli apapun yang terjadi padanya, yang ku tahu ia masih ada di sini, di dunia yang sama denganku, dan itu sudah lebih dari cukup untukku.

Appa, Eomma, dan Ayah Sungmin, tengah berbicara dengan dokter di luar. Aku tak ingin ke mana – mana. Aku hanya ingin di sini, menunggu mata gadis-ku- ini terbuka. Sudah tiga hari sejak kejadian itu, namun gadis-ku-ini belum berniat untuk bangun dari tidur panjangnya.

Waktu sudah menunjukkan pukul 23.35 KST. Orang tua kami telah kembali. Aku yang menyuruhnya. Dan aku masih di sini. Masih menunggu gadis-ku-ini terbangun.

Perlahan ku genggam tangannya. Ku kecup perlahan, menghirup aroma sebanyak-banyaknya di sana. Menyimpan aroma itu di dalam pikiran dan hatiku. Aroma yang hanya dimiliki olehnya.

*Normal POV

“Mianhae, Sungmin-a. Mianhae, karena aku tak menepati janjiku untuk menjagamu. Untuk sekarang dan untuk hari-hari selanjutnya, aku tak akan pernah meninggalkanmu, tak akan pernah melepaskan pandanganku darimu, tak akan membiarkanmu pergi dari pikiran dan hatiku, tak akan lagi. Aku berjanji, untuk seluruh hidupku, aku hanya akan menjagamu, terus berada di sampingmu, tak peduli kau menolak, aku akan tetap melakukan hal yang ku inginkan untuk terus bersamamu. Bangunlah Lee Sungmin. Ku mohon bangun. Aku tahu kau mendengarku, jadi bangunlah. Ku mohon…” Kyuhyun terisak pelan. Tak bisa menahan sesak yang ia rasakan. Hingga kelopak mata itu bergerak perlahan. Kyuhyun tak menyadarinya karena ia masih menunduk.

Sungmin berhasil membuka kedua matanya. Dan yang didapatinya, Kyuhyun yang tengah menunduk sambil menggenggam tangannya. Sungmin tak bisa menyembunyikan senyumnya, saat mengetahui pria itu menangis.

“Dasar cengeng. Bagaimana kau mau menepati janjimu jika kau seperti ini?”

Kyuhyun tersentak. Ia mengangkat wajahnya dan mendapati gadis-nya- itu tengah tersenyum kepadanya.

GREP!

“Mianhae..mianhae…mianhae…mianhae…..” kata itu terus mengalun dari mulut Kyuhyun seraya ia memeluk Sungmin. Sungmin hanya mengelus punggung Kyuhyun, mendapati lelaki ini ternyata bisa begitu rapuh karenanya.

“Bukan salahmu, Kyu. Aku yang bo…”

“Tidak Lee Sungmin! Aku yang salah. Aku yang lengah, dan tak menjagamu dengan baik. Aku yang salah. Aku bodoh karena membiarkanmu terluka.”

Sungmin menghela napasnya. Membiarkan Kyuhyun terus memeluknya. Ia juga tak tahu harus mengatakan apa untuk menenangkan lelaki ini.

“Terserah kau. Yang penting sekarang, kau hanya perlu menepati janjimu. Jangan lupakan yang satu itu, dan berhenti minta maaf. Aku tak suka mendengarnya, arasseo Cho Kyuhyun?!”

Kyuhyun mengeratkan pelukannya.

“Arasseo, Cho Sungmin!”

-Flashback off-

 

–T.B.C–

 

 

 

ini dia ff kyumin pertamaku. baru sempat di post skarang. awalnya agak ragu, soalnya, saya yakin kalau ffnya biasa aja. Sebenarnya pengen langsung ngepost semua chap. samapi endingnya, tapi, saya mau lihat dulu respon atas ff ini. Kalo emang ada yang tertarik, selanjutnya saya akan ngepost dua chap sekaligus 😀

I really need comments from readers 🙂

 

love KYUMIN,

Kim Yeri 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s