My Love (just) For You Chapter 3

My Love (just) For You

chapter 3

 

...

Presented by Kim Yeri

.

Genre :: Romance, Hurt

.

Rate : T

.

Warning : GS For Sungmin, Typo(s).

.

Disclaimer : KyuMin milik Tuhan, Orang tua mereka, SUPER JUNIOR,

ELF, JOYERS.

4 tahun berlalu. Bukanlah waktu sebentar untuk Kyuhyun dan Sungmin. Awal kepergian Kyuhyun, hampir setiap hari ia menghubungi Sungmin. Sungmin pun demikian. Hampir setiap Kyuhyun menelpon, setelah panggilan berakhir, ia akan menangis. Merindukan Kyuhyun-nya ternyata sangat menyesakkan.

Waktu berlalu, mereka memang masih saling menghubungi, namun tak sesering di awal. Mereka berdua sibuk, terutama Kyuhyun. Ia bahkan tak punya banyak waktu untuk sekedar berada di apartemennya. Hampir seluruh waktunya ia habiskan di kampus. Sungmin mengerti, dan sangat mengerti akan hal itu. Bagaimana pun, yang membuat Kyuhyun akhirnya memilih jalan ini, adalah dirinya.

Namun, setahun terakhir ini, mereka benar-benar kehilangan kontak. Lebih tepatnya Kyuhyun yang tak bisa menghubungi Sungmin. Mencoba bertanya kepada ayah dan ibunya, juga kepada Hyukkie, namun tak ada satupun yang memberi tahu keberadaan Sungmin. Jika tak mengingat sebentar lagi ia akan wisuda, Kyuhyun sudah bersiap untuk pulang.

Seharusnya, tahun ini, Kyuhyun telah selesai, namun ia kembali direkomendasikan untuk melanjutkan spesialisnya selama setahun. Kyuhyun hampir saja menolak, jika tak diperingati oleh ibunya.

–O–

Kyuhyun POV

Setahun lagi. Rasanya waktu semakin melambat. Sungmin tak ada kabar, dan aku hanya bisa diam di sini.

Ya Tuhan. Ada apa sebenarnya? Mengapa Sungmin-ku tiba-tiba menghilang seperti ini? Sesulit itukah menunggu?

Berkali-kali aku mencoba menghubungi Sungmin maupun Kangin ahjussi. Aku sadar jika nomor mereka berdua tak pernah aktif lagi, namun aku hanya mencoba berharap. Dan aku, mungkin sangat bodoh jika telah menyangkut Sungmin.

Aku merindukanmu, Min. Tidakkah kau merasakan hal yang sama?

–O—

Jan, 12th 2017

Seoul, South Korea.

 

Sungmin POV

Sebentar lagi, Kyuhyun akan pulang. Aku pun dalam masa-masa menyiapkan wisuda ku. Aku cukup tak percaya. Bisa melewati hari-hariku tanpa kehadiran Kyuhyun. Setidaknya, sekarang aku belajar lebih mandiri. Sekarang aku sudah bisa memasak sendiri. Jika dulu, aku hanya mengandalkan orang-orang di sekitarku, tapi sekarang aku bisa melakukan banyak hal.

Kyuhyun tentu akan menjadi orang yang luar biasa. Dan aku, meskipun belum pasti, namun ku harap aku bisa dan pantas untuk menjadi pendampingnya.

Selama ini, aku menghabiskan waktuku bersama appa. Ia mengurangi jadwal kerjanya agar bisa memantauku. Meski tak ku minta, tapi ia bersikeras melakukan hal itu. Ayah dan Ibu Kyuhyun, serta Hyukkie juga selalu menemaniku, ku rasa hampir setiap hari mereka selalu bersamaku. Setidaknya karena mereka aku tak merasa sendirian.

Hari ini pun, seperti biasa karena hari Minggu, aku akan ke rumah Kyuhyun. Biasanya Hyukkie akan menjemputku, namun karena ia ada acara di kampusnya, sedang Appa tengah menghadiri pesta rekan kerjanya, jadilah aku ke rumah Kyuhyun seorang diri.

Sepertinya ayah dan ibu Kyuhyun baru saja menerima tamu. Terlihat dari mobil yang baru saja melaju meninggalkan gerbang rumah Kyuhyun. Perlahan aku berbelok masuk ke dalam.

“Tidak ku sangka, Wookie akan menikah.”

Aku menghentikan pergerakanku saat mendengar suara Ibu kyuhyun.

“Memang sudah pantas, kan jika ia menikah.”

“Seandainya Kyuhyun menyukai Wookie, aku pasti akan sangat bahagia.”

Kenapa dadaku terasa sakit seperti ini? Wookie? Gadis cantik yang pernah akan bertunangan dengan Kyuhyun. Apa Heechul ahjumma masih menginginkan Kyuhyun bersama gadis itu?

“Kita tak bisa memaksakan kehendak, yeobo. Hidup Kyuhyun, yang menentuka sudah pasti ia sendiri. Kita hanya bisa menerima, apapun yang menjadi pilihannya, asalkan hal itu membahagiakan untuknya.”

“Tapi, setidaknya Kyuhyun mendapatkan gadis yang pantas dengannya.”

Normal POV

Air mata itu terus mengalir dari kedua mata Sungmin. Belum beranjak dari tempatnya mendengar perbincangan orang tua Kyuhyun, yang entah kenapa begitu menyakitkan untuknya.

“Jangan berkata seperti itu, Heenim-ah. Siapapun itu pantas untuk Kyuhyun jika Kyuhyun sendiri yang memilihnya. Karena Kyuhyun tahu siapa yang pantas bersamanya. Berhentilah mengucapkan hal-hal seperti itu.”

Sungmin memutar kursi rodanya perlahan untuk mendekat ke arah orang tua Kyuhyun yang belum menyadari keberadaannya.

“Annyeong abeonim, eomonim.” Sebisa mungkin Sungmin membuat suaranya terdengar ceria.

Hankyung dan Heechul seketika berbalik saat mendengar suara lembut itu.

“Oh, Sungmin-a. Kenapa sendiri ? Appamu di mana?” Hankyung berusaha bersikap tenang.

“Appa sedang mengha…..”

“Apa kau mendengarnya, Sungmin?” Pertanyaan dari Heechul memotong kalimat Sungmin. Hankyung menatap heran pada istrinya.

Sungmin berusaha menahan tangisnya. Suara ibu Kyuhyun yang biasanya terdengar lembut, berubah menjadi sangat sinis padanya. Sungmin menundukkan kepalanya. Berusaha meredam suara isakannya.

“Aku bertanya padamu, Lee Sungmin. Apa kau mendengarkan pembicaraan kami tadi?”

“Heenim-ah! Berhentilah bertanya.” Hankyung memandangi istrinya yang juga balas memandangnya dengan tatapan tak berdosa. Pria paruh baya itu menghampiri Sungmin. Berjongkok di hadapan gadis itu.

“Tak usah dengarkan perkataan umma mu. Ia hanya bercanda.” Hankyung berusaha menghibur Sungmin. Mengelus perlahan kepala gadis itu.

“Tidak. Aku tak bercanda. Aku tak akan menutupinya lagi. Dengarkan aku Lee Sungmin. Sejak kau menjadi tak bisa berjalan seperti ini, sejak saat itu pula aku tak menyukai kau yang terus bersama Kyuhyun. Terus menjadikan Kyuhyun sebagai penanggung jawabmu. Aku hanya ingin yang terbaik untuk anakku. Ku harap kau mengerti itu.”

“HENTIKAN, CHO HEECHUL!!” Hankyung berniat untuk berdiri, namun tak jadi saat Sungmin menarik lengannya.

“Aniya, appa, ah maksudku, Hankyung ahjussi. Heeechul ahjumma benar. Kyuhyun memang pantas mendapatkan yang terbaik. Dan itu sudah pasti bukan aku.”

Sungmin mengucapkan kalimat itu dengan tetap menunduk. Terisak kencang menahan sesak di dadanya. Hankyung bisa merasakan tangan Sungmin yang bergetar di lengannya.

“Tunggu sebentar, Sungmin-a.”

Hankyung beranjak dari duduknya. Menghampiri Heechul yang terpaku di tempatnya. Menarik istrinya itu untuk mengikutinya masuk ke dalam rumah.

Sungmin memandang kedua orang itu yang menghilang di balik pintu.

“Kyu…kyu…kyu….rasanya sakit Kyuhyun-ah. Sakit Kyu…Sakit…Apa yang harus kulakukan jika sudah begini, Kyu??” lirih. Sangat lirih. “Aku harus apa Kyuhyun-ah?? Harus apa??” Tangis Sungmin semakin menjadi. Berkali-kali memukul dadanya, namun sakit itu bukannya menghilang, malah semakin menyakitkan.

“Maaf…maaf…maaf….ma-af Cho Kyuhyun. Maafkan aku yang tak bisa menjadi seseorang yang terbaik untukmu. Maafkan aku. Maafkan aku…” Sungmin perlahan menggerakkan kursi rodanya, meninggalkan kediaman Kyuhyun. Pulang ke rumahnya dengan sebuah luka yang sudah pasti sangat menyakitkan.

–O–

June, 02th 2018

Incheon Airport, Seoul

 

Kyuhyun POV

Akhirnya, aku kembali. Setelah lima tahun tak pernah menginjakkan kakiku di kampung halamanku sendiri, dan sekarang aku telah di sini. Tak ada yang menjemputku, karena tak ada yang tahu kepulanganku. Sengaja, tentu saja. Hanya ingin memebri sedikit kejutan pada orang tuaku, dan juga Sungmin-ku.

Meski tak pernah mendapat kabar tentang gadis itu, tapi aku percaya jika ia menungguku. Aku sangat percaya itu.

Dengan tak sabar, aku bergegas keluar dari bandara, mencari taksi untuk ku tumpangi.

Tunggu aku Sungmin-ah. Setelah ini aku tak akan meninggalkanmu lagi.

 

T.B.C–

 

 

Advertisements

3 thoughts on “My Love (just) For You Chapter 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s