My Love (just) For You Chapter 2

My Love (just) For You

chapter 2

 

...

Presented by Kim Yeri

.

Genre :: Romance.

.

Rate : T

.

Warning : GS For Sungmin, Typo(s).

.

Disclaimer : KyuMin milik Tuhan, Orang tua mereka, SUPER JUNIOR,

ELF, JOYERS.

 

Sungmin POV

Dia namja terbaik, setelah appaku tentunya. Hampir seluruh waktu di dalam hidupnya, ia gunakan untuk menjagaku, menemaniku, melakukan semua hal yang membuatku bahkan terlalu bahagia. Aku tak tahu, hubungan kami sebenarnya apa. Berawal dari persahabatan orang tua kami, dan semuanya berjalan hingga saat ini.

Dia, selalu menyebutku sahabatnya. Satu-satunya sahabat yang ia sayangi. Aku bahagia, tentu saja. Belum lagi saat ia pernah mengatakan aku adalah satu-satunya wanita yang dia miliki-selain ibunya-. Jangan tanya bagaimana perasaanku saat itu. Bayangkan saja, jika namja yang sangat berarti dalam hidupmu, namja yang menjadi satu-satunya cintamu, mengklaim dirimu dengan sedemikian rupa bahwa kau adalah miliknya. Tak ada hal lain lagi yang kubutuhkan jika telah begini.

Aku tak meminta yang lebih. Menjadi bagian dari hidupnya, adalah anugerah terbesar dalam hidupku. Tuhan, mungkin tak memberiku waktu untuk bersama dengan ibuku, tapi, Tuhan memberikan dia untukku. Namja yang menyayangiku, yang selalu melindungiku. Namja yang hanya dia yang ku inginkan menemaniku hingga akhir. Dia milikku. Dia Cho Kyuhyun-ku-.

–O–

Normal POV

Awal tahun ajaran baru, Kyuhyun dan Sungmin baru saja menduduki bangku kuliah. Dua minggu telah berlalu sejak mereka memulai kuliah. Mereka berbeda jurusan. Jika Sungmin mengambil jurusan seni, lain halnya dengan Kyuhyun yang mengambil jurusan kedokteran. Awalnya, Kyuhyun ingin mengambil jurusan seni yang sama dengan Sungmin, namun Sungmin melarangnya, mengatakan bahwa ia tahu Kyuhyun sangat ingin menjadi dokter. Sungmin tak ingin menjadi penghalang Kyuhyun mencapai cita-citanya.

Sore itu, jam kuliah Sungmin telah selesai. Karena Kyuhyun masih kuliah, seperti biasa, gadis ini menunggu hingga namja itu datang ke fakultasnya untuk pulang bersama. Kebetulan, fakultas seni dan fakultas kedokteran di kampus meerka itu bersebelahan. Jadi, tak menyulitkan Sungmin untuk menunggu Kyuhyun datang.

Beberapa mahasiswa dari fakultas kedokteran berjalan ke arah Sungmin, atau tepatnya mengarah ke kantin yang ada di sebelah fakultas seni.

“Sepertinya Cho Kyuhyun tak mengambil beasiswa itu.”

“Benarkah? Dia menyia-nyiakan kesempatan jika begitu. Jarang ada mahasiswa baru sepertinya yang bisa mendapat beasiswa ke Australia itu.”

Samar-samar Sungmin mendengarkan percakapan mereka.

“Katanya ia tak bisa, karena tak ada yang menjaga Lee Sungmin, kalian tahu kan? Gadis fakultas seni yang memakai kursi roda itu.”

Sungmin mundur, perlahan memutar kursi rodanya untuk masuk kembali ke dalam ruangannya. Suara-suara itu semakin jelas terdengar.

“Alasan konyol macam apa itu. Mereka, kan hanya bersahabat. Lagipula Lee Sungmin itu punya ayah. Kyuhyun jadi terlihat seperti baby sitter saja.”

Beberapa dari mereka tergelak. Tak menyadari jika salah satu orang yang mereka ceritakan, berada di dalam ruangan yang baru saja mereka lalui.

Sungmin menangis. Mengutuk dirinya yang terlalu lemah. Menyadari bahwa bagaimanapun ia mencoba tak menyusahkan Kyuhyun, namun di mata orang lain, ia adalah pengganggu. Dan lebih buruknya, Ia telah menghalangi langkah Kyuhyun.

“Harusnya aku sadar. Kyuhyun jauh berbeda denganku. Ia telah mengorbankan banyak hal karenaku, tapi aku dengan seenaknya tak menjauh darinya, malah semakin bergantung padanya.”

“Mianhae Kyu. Maafkan aku yang bodoh ini.” Sungmin terisak. Perlahan mengeluarkan handphone-nya mengetik sesuatu dengan susah payah karena penglihatannya mengabur.

Kyu-ah, aku pulang duluan. Maaf tak menunggumu.

–O–

Normal POV

Kyuhyun berlari tergesa-gesa dari fakultasnya. Secepat mungkin menuju parkiran, dan mengendarai mobilnya secepat yang ia bisa. Pesan itu sampai sekitar sejam yang lalu. Tak biasanya Sungmin pulang duluan. Sejak dulu, Selama apapun Kyuhyun, Sungmin akan setia menunggunya. Dan sekarang, dengan sangat tiba-tiba, gadis itu pulang lebih dulu. Ia tahu gadis itu sempat menunggunya, mengingat pesan itu sampai padanya setelah kuliah Sungmin berakhir satu setengah jam sebelumnya.

Ada yang tak beres, tentu saja. Berkali-kali ia menghubungi nomor Sungmin, sebanyak itu pula tak ada jawaban. Dengan tak sabaran Kyuhyun menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Sungmin.

Kyuhyun POV

Tak ada mobil di garasi. Kangin ahjussi belum pulang? Jadi, Sungmin pulang dengan siapa?

Perlahan ku buka pintu utama, dan ternyata tak terkunci.

Belum sempat aku melangkah masuk, mataku terpaku menatap Sungmin yang tertidur di sofa ruang tamunya.

Syukurlah, ia selamat sampai di rumah.

Ku hampiri gadis itu. Mendudukkan diriku di depan sofa tempat ia tidur, memandangi wajah Sungmin yang terlihat sembab. Dia menangis?

Sebenarnya apa yang terjadi?

–O–

Normal POV

Sungmin kaget. Tentu saja. Namja yang ia hindari, sekarang malah sedang menatapnya dengan raut wajah penuh tanda tanya. Sungmin tertidur ketika ia baru saja sampai di rumahnya. Cukup melelahkan harus mendorong kursi rodanya seorang diri dengan jarak 2 km. Perlahan ia bangun dari tidurnya. Duduk menghadap ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun hanya memandangi Sungmin, tak berniat untuk berbicara. Sungmin yang bingung, akhirnya menundukkan kepalanya, dan kembali ia terkejut mendapati kedua telapak tangannya yang di perban. Sudah pasti ini perbuatan Kyuhyun.

Kyuhyun yang memperhatikan gelagat Sungmin, menyunggingkan sedikit senyum sebelum kemudian dengan perlahan meraih kedua telapak tangan Sungmin.

CUP

Kyuhyun mengecup perlahan tangan mungil yang baru saja ia perban itu.

“Kau apakan tangan mungil ini sampai memerah semua, Sungmin-a?”

CUP

“Jangan sakiti dirimu seperti ini.”

CUP

Hiks…

Isakan tertahan itu akhirnya keluar dari mulut Sungmin. Tak sanggup menahan perasaannya atas perlakuan Kyuhyun. Kyuhyun yang sebelumnya tengah mencium telapak tangan gadis itu, mendongakkan kepalanya, dan mendapati wajah Sungmin yang dipenuhi air mata.

“sstt…uljima. Kenapa jadi gampang menangis begini?” Kyuhyun mengusap pipi bulat Sungmin yang sudah sangat basah karena air mata.

“Mianhae…”

Kyuhyun tersenyum sekilas, lalu menarik gadis itu ke dalam pelukannya. Mengusap punggung Sungmin yang semakin terisak karena perlakuan Kyuhyun.

“Menangislah sepuasmu. Keluarkan semua yang membebanimu. Jangan menyimpannya sendiri. Katakan padaku. Apapun itu aku akan mendengarkanmu. Jika berhubungan denganku, dan kau meminta sesuatu padaku, aku akan memberikannya, aku akan melakukannya, apapun yang kau minta untuk aku lakukan.”

Tangis Sungmin perlahan mereda. Namun, Kyuhyun belum berniat untuk melepaskan pelukannya. Satu hal yang sampai kapanpun akan menjadi kesenangannya, memeluk gadis tercintanya.

“Kyu…”

“hmm….”

“Kenapa kau tak pernah cerita?”

Kyuhyun mengerutkan dahinya, Perlahan melepaskan pelukannya pada Sungmin, dan beralih menatap Sungmin yang juga tengah menatapnya.

“Maksudmu apa?”

Sungmin menghela napasnya sesaat.

“Beasiswa. Kau menginginkannya, kan? Kenapa menolaknya Kyu? Apa karena aku? Jika ia aku membencimu.”

“K-kau tau dari mana?”

“Jadi, benar kata mereka.” Sungmin menggumam tanpa memperdulikan pertanyaan Kyuhyun sebelumnya.

“Hei. Mereka siapa? Teman-teman sefakultasku? Tak usah dengarkan, Min.”

“Tidak, Kyu. Apa yang mereka katakan itu benar. Kau seharusnya mengambil beasiswa itu. Ini demi masa depanmu,  Kyu.” Sungmin beralih menggenggam tangan Kyuhyun. Menatap namja itu penuh harap.

“Ini masa depanku. Dan aku yang menentukannya, bukan mereka, bukan kau. Aku memang menginginkannya, tapi jika hal itu berarti aku harus meninggalkanmu, aku berbalik menjadi tak menginginkannya.”

“Kau benar. Aku tak berhak atas masa depanmu.” Sungmin melepaskan tangan Kyuhyun yang ia genggam. Menunduk perlahan. Menahan sebisa mungkin agar air matanya tak kembali jatuh.

“Bukan itu maksudku, Min. Aku hanya ingin terus bersamamu. Aku akan membenci diriku jika tega meninggalkanmu.”

“Kau tak meninggalkanku. Aku percaya padamu. Kemana pun kau pergi, sejauh apapun itu, kau tak akan pernah meninggalkanku. Jangan jadikan jarak sebagai alasan bahwa kau meninggalkanku.”

Sungmin kembali menatap Kyuhyun.

“Kau tak meninggalkanku,karena kau ada di sini Kyuhyun-a. Kau yang mengisi semua rongga di dadaku, menyesaki semua tempat yang pernah kosong di dalam hatiku. Sejauh apapun kau pergi, aku yakin kau tak meninggalkanku, karena kau ada di dalam duniaku.”

Kyuhyun terpaku mendengar penuturan Sungmin. Gadis itu tengah tersenyum lembut kepadanya.

“Tapi, siapa yang akan menjagamu? Dan lagi, kau menyuruhku untuk menepati janjiku untuk terus bersamamu, jika aku pergi bagaimana caranya aku akan menepati janjiku, Min?”

“Kau lupa? Aku punya appa, Hankyung ahjussi, Heechul ahjumma, sepupu hyperaktifmu, sekaligus suaminya. Ada banyak orang yang akan menjagaku.”

“Tapi…”

“ssttt….”Sungmin meletakkan jari telunjuknya di atas bibir Kyuhyun. “Dan untuk janjimu, aku percaya kau akan menepatinya. Kau hanya perlu ke sana, mengejar cita-citamu. Dan aku, akan menunggumu. Selama apapun itu. Asal kau tak lupa untuk pulang.”

Mereka berdua tersenyum.

Kyuhyun perlahan menangkupkan kedua tangannya di wajah Sungmin. Menatap ke dalam mata bulat itu.

“Aku mungkin tak pernah mengatakan ini sebelumnya. Tapi, ku harap kau tahu apa yang ku rasakan terhadapmu dari semua hal yang sudah ku lakukan untukmu. Jika kau tak menyadarinya, dengarkan ini baik-baik.”

Sungmin merasakan jantungnya berpacu dengan sangat cepat. Tak pernah sekalipun ia dan Kyuhyun berada dalam suasana seperti ini.

“Aku mencintaimu, Lee Sungmin. Sejak awal, sekarang dan untuk selamanya.”

Sungmin masih mencerna kata-kata itu hingga bibir lembut milik Kyuhyun menempel dengan indah pada bibirnya. Sungmin mengerjapkan mata saat bibir Kyuhyun bergerak perlahan di atas bibirnya. Mengecup dengan penuh perasaan. Sangat lembut, dan jujur Sungmin merasa tubuhnya bergetar hebat. Tangan Sungmin bergerak mencekeram kerah kemeja Kyuhyun, mencari pegangan, memejamkan matanya, menikmati setiap sensasi yang Kyuhyun berikan atas ciumannya. Ciuman pertamanya. Ciman pertama mereka.

Aku juga mencintaimu, Cho Kyuhyun. Seperti kau yang mencintaiku dari awal.

O–

July, 13th 2014

Incheon Airport, Seoul

 

“Jaga kesehatanmu, jangan tidur terlalu larut, selalu ajak Hyukkie noona jika kau ingin pergi, jangan pernah lupakan sarapanmu, selalu bawa bekal dari rumah, jangan paksakan dirimu bermain gitar, berhenti melukai dirimu sendiri, selalu bawa obat anemiamu, jangan…”

“Iya, Kyu aku mengerti. Kau sudah mengatakan hal itu berulang-ulang.”

Kyuhyun akhirnya mengambil beasiswa itu, dan hari ini adalah hari keberangkatannya. Ayah dan ibunya, beserta Sungmin dan ayahnya, ditambah Hyukkie-sepupu Kyuhyun- mengantar Kyuhyun ke bandara. 30 menit lagi sebelum pesawat yang Kyuhyun tumpangi akan lepas landas. Kyuhyun berpamitan kepada ayah dan ibunya. Menyuruh mereka untuk menjaga Sungmin selama ia pergi. Berkata bahwa ia menitipkan Sungmin pada ayah Sungmin sendiri, yang langsung dihadiahi jitakan dari eomma da sepupunya. Ayolah, Kyu. Kau terlihat bodoh jika seperti itu.

Terakhir, ia berpamitan kepada Sungmin-nya. “Jangan lupakan aku. Jangan melihat namja lain di sini. Kau milikku, jadi jangan berpikiran kau akan menemukan namja lain selama aku pergi.”

PLAK

“Harusnya Sungmin yang mengatakan itu padamu, Kyu Babo!”

Kyuhyun hanya menunjukkan senyum tak bersalahnya pada sepupunya itu. Mengusap kepalanya yang baru saja mendapat geplakan manis dari Hyukkie.

Suara pengumuman itu terdengar, menjadi penanda bahwa Kyuhyun akan berangkat. Kyuhyun berjongkok di hadapan Sungmin. Menarik gadis itu ke dalam pelukannya.

“Tunggu aku. Jangan menangis sendiri jika merindukanku.” Kyuhyun berbisik tepat di telinga Sungmin. Mencium pucuk kepala gadis itu, sebelum benar-benar melepaskan pelukannya. Sungmin menatapnya. Kyuhyun tahu jika gadis itu menangis. Di usapnya kepala gadis itu.

“Cha. Aku berangkat dulu.” Kyuhyun kembali memeluk orang tuanya, ayah Sungmin, dan Hyukkie, sebelum akhirnya benar-benar berjalan menjauh dari mereka.

Sungmin menatap punggung itu, yang semakin menjauh dan menghilang di balik pintu yang berhubungan langsung dengan pesawat. Kyuhyunnya telah pergi.

“Annyeong…Kyu. Aku akan menunggumu.” Perlahan setelah mengucapkan kalimat itu dengan lirih, Sungmin menangis. Tak sanggup menahan kesedihannya. Ayahnya menghampiri Sungmin, mencoba menenangkan putri semata wayangnya itu.

Aku tak tahu apa aku sanggup menjalani hari-hariku tanpamu. Aku yang sudah sangat terbiasa dengan kehadiranmu, dan aku yang sangat membutuhkanmu. Aku mencoba untuk yakin karena itu kau. Karena itu kau, aku akan melewati apapun yang terjadi nanti. Karena yang aku cintai dan yang aku butuhkan hanya kau. Karena kau Cho Kyuhyun-ku.

 

T.B.C–

 

 

Advertisements

One thought on “My Love (just) For You Chapter 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s