[ff KyuMin] See You Soon

See You Soon

Oneshoot

 

...

Presented by Kim Yeri

.

Genre :: Romance

.

Rate : T

.

Pairing : KyuMin

.

Warning : GS For Sungmin, Typo(s).

.

Disclaimer : KyuMin milik Tuhan, Orang tua mereka, SUPER JUNIOR,

ELF, JOYERS, dan saya. Tapi, kalau Yesung hanya milikku seorang :*

 

Kyuhyun POV

Prang!!!

Gawat! Aku tak sengaja!!! Apa yang harus kulakukan??!!!

Siapa gadis ini? Dan, apa ini? Kenapa kami sudah berada di bawah meja seperti ini?

Belum selesai keterkejutanku, suara hentakan sepatu terdengar semakin mendekat ke arah kelasku. Semakin dekat, dan….

BRAKK!!

“SIAPA YANG MELEMPAR PENGHAPUS INI!!!! JANGAN BERSEMBUNYI, ATAU HUKUMANMU AKAN SEMAKIN BESAR!!!”

Teriakan murka itu membuatku merinding. Guru yang terkenal sangat menyeramkan itu yang menjadi korban lemparan penghapusku, tepatnya yang menyaksikan penghapus yang ku lempar memecahkan kaca ruang guru. Habislah kau, Kyu!

Ku persiapkan diriku untuk mengaku, menarik napas sekuat-kuatnya, tapi..

GREP

Dengan lancangnya gadis di sampingku ini mencengkeram lenganku dengan tangan mungilnya. Menatapku tajam seolah menyuruhku diam. Aisshh…kenapa aku tak bisa melawannya?

Baru saja ingin mengeluarkan suara, lagi-lagi gadis tak tahu diri ini membungkam mulutku dengan sebelah tangannya yang bebas. Ku pandangi raut wajah gadis di sampingku ini yang tampak mengamati keadaan. Baiklah. Aku menuruti permainanmu kali ini gadis aneh.

“KALIAN!!! CHO KYUHYUN! LEE SUNGMIN! KELUAR DARI SANA!”

Matilah aku. Lee songsaengnim menemukanku yang bersembunyi-sebenarnya dipaksa-di bawah meja guru.

Tapi, Lee Sungmin??? Siapa? Gadis ini? Benarkah?

Ku pandangi gadis yang ada di sampingku ini. Apa benar dia??

“SAYA BILANG KELUAR!!!”

Secepat kilat aku keluar dari bawah meja itu.

DUK

Sayangnya aku melupakan orang yang menyeretku ke bawah meja. Gerakan refleksku, membuat gadis yang memegangi lenganku ini ikut terseret dan, karena tak bisa mengimbangi gerakanku, alhasil kepalanya terantuk meja.

Ku tatap ia sekilas. Aku jadi kasihan melihatnya meringis kesakitan seperti itu.

“YA!! Kenapa diam di sana??!!! Ikut saya ke ruang guru!!!” Sekali lagi teriakan itu terdengar saat aku hanya berdiri diam memandangi gadis di sampingku.

“Kau pergi saja. Ini tak ada hubungannya denganmu.” Aku berbisik padanya saat kami melangkah keluar dari kelas.

Dia. Mengabaikanku. Gadis itu malah dengan semangat menarikku mengikuti Lee songsaengnim yang sudah masuk terlebih dahulu ke dalam ruang guru. Benar-benar gadis aneh. Ingin rasanya aku menjambak rambut panjangnya..grrr….

–O–

Normal POV

Siang hari yang sangat terik. Seharusnya dihabiskan di kantin, dengan segelas minuman yang segar. Tapi, sayangnya, dua siswa dan siswi yang tengah dijemur itu hanya bisa membayangkan hal tadi.

Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin. Dua orang ini menjadi tontonan sejak satu jam yang lalu. Setelah telinga mereka berdua mungkin memerah mendengar amukan dari Lee Chunhwa, sekarang mereka harus menikmati panasnya terik matahari.

Bagi Cho Kyuhyun, bukan hal baru untuknya di hukum seperti ini, oleh orang yang sama. Ia menjalaninya sudah hampir sebulan belakangan ini. Murid-murid yang lain pun tak begitu mempermasalahkan jika yang dihukum itu adalah Cho Kyuhyun. Yah, meskipun beberapa siswi tampak menaruh kasihan pada idola mereka. Maklum saja, Kyuhyun bisa di katakan seorang artis terkenal di sekolahnya.

Beralih pada gadis yang berdiri di samping Kyuhyun. Inilah yang sedikit menarik perhatian siswa lain. Siswi yang diketahui baru masuk bersamaan dengan Lee Chunhwa itu, terlihat begitu menikmati hukumannya. Sedari tadi, senyum tak pernah lepas dari wajahnya yang sudah di penuhi keringat. Kyuhyun sendiri bingung dengan tingkah gadis ini.

“Hei. Gadis bisu. Kau bodoh, ya? Seharusnya tadi itu kau mengatakan sesuatu dan kau tak akan di hukum seperti ini.” Kembali Kyuhyun mencoba berbicara dengan gadis itu. Cukup lelah juga harus diam-diaman sejak tadi.

Gadis itu beralih menatap Kyuhyun. Bukannya menjawab pertanyaan Kyuhyun, Sungmin malah mengusap keringat di wajah Kyuhyun. Sontak, kedua mata Kyuhyun, bahkan beberapa pasang mata lain yang sedang memeperhatikan mereka, melotot dengan indahnya.

“K-kau ini sebenarnya kenapa, sih?” Kyuhyun dibuat frustasi atas sikap gadis ini yang sama sekali tak mau berucap, bahkan satu kata sekalipun. Di tambah lagi tingkahnya yang bisa tiba-tiba membuat jantung Kyuhyun melompat saking kagetnya menerima kelakuan gadis itu.

Sungmin, hanya terus mengukir senyum di bibirnya. Tak perduli panas yang seakan membakar kepalanya. Malah sekarang ia merasa begitu bahagia. Berada dekat dengan Kyuhyun. Itu adalah hal yang sudah sejak lama ia inginkan terjadi.

–O–

“Kenapa tadi tak menolak, sayang? Appa kan sudah memberimu pilihan?”

“Appa lupa tujuanku, ya? Aku bahkan bisa berdekatan dengannya, dan itu semua karena Appa. Aku malah sangat senang. Jadi berhentilah bersikap cemas seperti itu. Appa sudah membantuku sejauh ini. Aku baik-baik saja.”

“Kau jadi demam tinggi begini, bagaimana appa tak cemas.”

“Tenanglah. Hanya demam biasa, appa.”

Gadis itu terkekeh melihat raut wajah ayahnya. Di posisikan tubuhnya agar lebih nyaman. Mencoba mengusir rasa pening yang mendera kepalanya, mengingat hal apa yang baru saja ia lewati. Terlalu bahagia, eoh sampai melupakan sakitnya sendiri.

–O–

Kau tak tahu ya? Dia itu sering membuntutimu. Bagi para fansmu, ia mungkin bisa di sebut sasaeng. Bahkan sebelum bersekolah di sini, gadis itu sudah sering mengikutimu, Kyu.

Kata-kata dari Donghae itu terus terngiang di kepala Kyuhyun. Bukannya pusing karena dijemur selama hampir 4 jam, Kyuhyun malah pusing memikirkan hal itu.

Bagaimana mungkin gadis irit bicara itu menjadi penguntitnya. Dia bahkan tak pernah sekalipun melihat gadis itu sebelumnya. Jika memang benar Sungmin sering membuntutinya, bisa dikatakan jika gadis itu sangat berbakat dalam hal membuntuti seseorang.

Baiklah tuan Cho Kyuhyun. Bisakah kau sadar sejenak? Bagaimana kau bisa tahu ada yang membuntutimu, siapa yang sering mengikutimu, memperhatikanmu, jika kau sendiri bahkan tak peduli dengan keadaan di sekitarmu? Sadarlah tuan Cho. Peduli lah sedikit dengan sekelilingmu.

Tapi, sebenarnya ada maksud apa gadis seperti Sungmin mengikuti Kyuhyun? Di tambah sikapnya yang benar-benar sangat susah ditebak mengingat ia adalah gadis irit bicara.

Lagipula, sosok gadis itu mengingatkannya pada sesuatu. Masa di mana ia merasa kehilangan akan sosok ummanya. Masa dimana ia menemukan seseorang yang bernasib sama sepertinya. Masa di mana ia merasa beruntung berada di dunia.

Kyuhyun berkali-kali meremas, bahkan menjambak rambutnya. Sepertinya gadis bernama Lee Sungmin itu sukses memenuhi pikirannya. Nampaknya hari-hari tuan Cho Kyuhyun yang tenang akan terusik lagi.

–O–

“Ya!! Aisshh….Berhentilah mengikutiku, gadis aneh!”

Kyuhyun tak tahu lagi harus berbuat apa pada gadis ini. Sejak insiden ‘pemecahan kaca ruang guru yang membuat Cho Kyuhyun harus dihukum bersama dengan Lee Sungmin’ gadis irit bicara itu tak pernah sekalipun lepas dari Kyuhyun. Hebatnya, yang semula mereka berbeda kelas, di minggu selanjutnya, dengan sangat mengejutkannya-bagi Kyuhyun-gadis itu duduk dengan manis di samping tempat duduk Kyuhyun yang sebelumnya di huni oleh Donghae.

Kyuhyun masih bisa terima jika gadis ini membuntutinya secara diam-diam, tapi sekarang. Rasanya Kyuhyun ingin mengurung gadis itu di suatu tempat agar tak terus muncul di dekatnya.

“Ya!! Kau bodoh,ya??!! Ini toilet namja, Lee Sungmin!!”

Kembali teriakan frustasi itu terdengar. Beberapa siswa yang berada di dalam wc itu, segera bergegas keluar saat melihat gadis mungil irit bicara-yang tengah menjadi bahan perbincangan-itu muncul dengan seenaknya karena mengikuti Kyuhyun yang masuk ke dalam wc.

Sungmin dengan tingkah polosnya yang entah sangat kelewat polos itu, hanya memandangi Kyuhyun dengan tatapan innocentnya. Tak perduli jika lelaki di hadapannya ini tengah menahan amarah.

“Astaga….”

Kyuhyun mengusap wajahnya dengan kasar, sebelum akhirnya dengan kasar menarik Sungmin, menghempaskan tubuh kecil itu keluar dari toilet.

BLAM

Kyuhyun tak tahu jika wajah gadis itu, terbentur dengan keras di dinding. Seakan melupakan rasa sakit yang tiba-tiba mendera kepalanya, Sungmin bangkit. Sedikit mengusap wajahnya. Cukup terkejut saat tahu hidungnya mengeluarkan darah. Dengan tetap berdiri di depan pintu wc, dan tanpa memperdulikan siswa siswi lain yang tengah menatapnya, gadis itu malah menengadahkan wajahnya, mencoba agar darah tak terus mengalir dari hidungnya.

Kyuhyun terkesiap saat mendapati gadis penguntit itu masih setia menunggunya dan sungguh, Kyuhyun tak bisa mengacuhkan gadis itu begitu saja setelah melihat keadaannya yang cukup mengenaskan.

Ini salahmu, Cho!

Sungmin yang menyadari Kyuhyun telah berdiri di hadapannya, segera menatap ke arah lelaki itu. Tak lupa sebuah senyum manis terukir di wajahnya. Benar-benar gadis yang tangguh.

Beberapa dari murid yang melihat kejadian itu berbisik-bisik. Apalagi saat tiba-tiba, Kyuhyun sang pelaku, menarik lengan Sungmin. Membawa gadis itu ikut bersamanya.

–O–

Kyuhyun mengoleskan gel penghilang memar di dahi Sungmin. Lelaki itu sedikit meringis menyadari betapa kasarnya ia pada gadis ini. Berkali-kali lelaki itu mengusap perlahan hidung Sungmin, memastikan tak ada darah lagi yang mengalir dari sana.

Sementara Sungmin yang memang tak banyak bicara, hanya duduk dengan manis. Menerima semua hal yang dilakukan Kyuhyun untuk mengobati lukanya. Tak lupa senyum yang terus tersungging dari bibir mungilnya.

Kyuhyun yang melihat raut wajah itu, semakin merasa bersalah.

“Lee Sungmin.”

Mendengar namanya disebut oleh Kyuhyun membuat gadis itu memajukan wajahnya ke arah wajah Kyuhyun.

“Ya..ya..ya..?? Kau mau apa?” Kyuhyun sesegera mungkin memundurkan kepalanya. Biar bagaimanapun Sungmin termasuk gadis yang nekat.

Sungmin lagi-lagi hanya tersenyum, namun terlihat seperti menahan tawa. Tampaknya gadis ini sangat puas membuat Kyuhyun kehilangan kata-katanya.

“Gomawo.”

“Heh?? K-kau bicara?? Yang benar saja?? Tadi kau berbicara??” Oke. Bahkan Kyuhyun sekarang malah mengguncangkan tubuh gadis di hadapannya. Lelaki itu yakin, ia tak salah dengar.

Sungmin untuk kesekian kalinya hanya tersenyum. Tak menanggapi sikap Kyuhyun yang menurutnya terlalu berlebihan.

“Terserah lah. Yang jelas aku tahu kau tidak bisu. Lain kali, gunakan suaramu. Dan, maaf sudah melukaimu seperti ini.” Ucapan tulus itu tentu saja keluar dari mulut Cho Kyuhyun. Sungguh tak menyangka, lelaki bebal macam Kyuhyun mau mengakui kesalahannya.

“Ini yang membuatku menyukaimu, Cho Kyuhyun. Kau itu orang baik. Sama sekali tak berubah. Aku sangat yakin itu.”

CUP

Kyuhyun hanya bisa menganga melihat gadis di hadapannya ini dengan lancang mendaratkan sebuah ciuman di bibirnya. Belum selesai keterkejutan Kyuhyun mendengar kalimat panjang dari gadis itu, sekarang ia malah di hadapkan pada situasi, yang jujur membuatnya terlihat sangat bodoh. Tak pernah dicium sebelumnya, eoh?

–O–

“HUWAAA!!!!!! AKU BISA GILA JIKA BEGINI!!!”

“Jangan mau, Kyu. Jadi orang gila itu tak enak.”

“Kau lebih baik diam saja Lee Sungmin.”

“Loh, kau menyuruhku untuk banyak bicara, kan?”

“Tapi, tak harus menyahuti semua ucapanku.”

“Kenapa begitu?”

“Ya, memang harus begitu, Lee Sungmin.” Sekali lagi Kyuhyun menggeram.

“Baiklah. Baiklah.”

Setelah kejadian di mana Sungmin yang dengan berani mencium Kyuhyun, membuat lelaki itu benar-benar mati kutu, sedikit demi sedikit Sungmin mulai berbicara banyak. Namun, perlu di garis bawahi. Hanya pada Kyuhyun saja gadis itu akan berbicara. Kepada yang lainnya, cukup dengan mengangguk dan menggeleng saja.

Sebelum kehadiran Sungmin, Kyuhyun akan dengan bebas tidur di atap sekolah. Kalian tentu bisa menebak sendiri bagaimana sekarang. Sungmin yang tak pernah mau lepas dari Kyuhyun selama berada di sekolah itu, dengan setia akan menemani lelaki itu.

Kyuhyun bahkan sudah tak tahu lagi harus berbuat apa agar gadis aneh itu menjauh darinya. Toh, meskipun Kyuhyun menyakitinya berulang-ulang, tak pernah sekalipun gadis itu berniat menjauh, malah semakin mendekati Kyuhyun. Membuat Kyuhyun terus dibayangi rasa bersalah jika mengabaikannya.

Dan lagi, Kyuhyun lupa bagaimana dirinya yang dulu. Dirinya yang tak peduli sekitarnya, dirinya yang selalu mencari masalah. Kyuhyun sudah tak tahu di mana ia meletakkan sifatnya itu. Semuanya menghilang begitu saja, digantikan oleh kehadiran Sungmin yang meskipun tak Kyuhyun akui, namun terlihat jelas jika lelaki itu menunjukkan sikapnya yang sudah menerima kehadiran Sungmin.

Kyuhyun, tetaplah Kyuhyun yang egois. Lelaki yang tak tahu bagaimana menyampaikan maksud hatinya. Yang ia bisa hanya menunjukkan rasa kesal yang entah bagaimana malah terlihat begitu manis.

–O–

“Akhirnya kami bisa menemuimu langsung, Sungmin-ssi.”

Sungmin hanya memandangi dua yeoja yang berdiri di hadapannya. Di tambah dua orang yeoja lagi yang tengah memegang lengannya kuat. Menatap mereka dengan tampang innocent, khas Sungmin. Mengedarkan pandangannya sebentar, dan akhirnya tahu bahwa ia berada di belakang gudang sekolah.

“Aku benar-benar ingin mencakar wajahmu!! Berhenti bertampang bodoh seperti itu!!” Salah satu dari mereka kembali membentak Sungmin. Namun, kembali hanya ditanggapi dengan wajah datar oleh Sungmin.

SRET

Sungmin sedikit menggigit bibirnya, saat rambutnya tiba-tiba di tarik paksa.

“Kau tahu, kan apa yang membuat kami membawamu ke sini?”

Sungmin tak menjawab. Hanya berusaha melepaskan dirinya dari kungkungan orang-orang itu. Ia tahu jika dirinya dalam bahaya sekarang.

“Kami tak akan melukaimu. Kau hanya perlu menjauh dari Cho Kyuhyun kami.”

Tak ada jawaban.

“Kau dengar Lee Sungmin. Kami sudah berbaik hati mau memberitahu seperti ini.”

“Aku tidak mau.”

“Bisa bicara juga, kau?”

Sungmin mengangguk dengan polosnya.

“BODOH!!! AKU TAK MENYURUHMU MENGANGGUK!”

“Kau, kan bertanya. Aku hanya menjawa..akkhh…sa..kitt”

“Masih mau melawan, huh?”

Sungmin terkejut saat kedua yeoja yang ada di hadapannya mengeluarkan gunting. Menarik rambut Sungmin dengan paksa, dan tanpa pikir panjang menggunting rambut hitam panjang itu.

Sungmin lemas. Tak bisa berbuat apa-apa saat melihat rambutnya berjatuhan begitu saja di tanah.

“Lee Sungmin!!”

Kyuhyun yang tiba-tiba muncul itu membuat keempat yeoja yang tengah mengelilingi Sungmin serempak menoleh ke arah lelaki. Bisa dilihatnya mata Kyuhyun yang memerah, menatap tajam ke arah mereka.

“KALIAN SEMUA PERGI!! LAIN KALI AKU TAK AKAN  MELEPASKAN KALIAN. INGAT ITU!!!” Teriakan itu mampu membuat keempat yeoja tersebut berlari meninggalkan Kyuhyun dan Sungmin.

Mencoba menenangkan deru napasnya, Kyuhyun menghampiri Sungmin yang terduduk lemas memandangi rambutnya. Lelaki itu sempat dibuat kalang kabut saat menyadari Sungmin menghilang dari tempatnya saat mereka tengah makan siang. Tentu bukan hal yang biasa, mengingat Sungmin yang selalu mengekori Kyuhyun ke manapun lelaki itu pergi. Apalagi Kyuhyun tahu jika akhir-akhir ini sering sekali ada yang berniat mencelekai Sungmin.

Saat mendengar ribut-ribut di halaman belakang sekolah, Kyuhyun akhirnya menghampiri gudang yang ada di halaman belakang sekolahnya itu. Dan benar saja, Sungmin ada di sana.

“Kau kenapa? Kenapa tak melawan mereka??”

“Umma…”suara lirih itu, terdengar begitu jelas di telinga Kyuhyun. Sadar bahwa Sungmin tengah menangis sekarang, lelaki itu segera berjongkok di depan Sungmin.

“umma..umma..umma…mianhae…umma mianhae” tangis Sungmin semakin keras. Tak bisa menahan sesak di dadanya. Tangan gadis itu bergerak perlahan menggenggam tangan Kyuhyun. Lelaki itu bisa merasakan getaran dari tangan Sungmin. Entah apa yang mendorongnya, namun Kyuhyun dengan perlahan menarik Sungmin ke dalam pelukannya. Lelaki itu tak pernah melihat yeoja menangis. Dan sekarang, seorang yeoja yang bahkan sering ia sakiti namun tak pernah mengeluh sedikitpun, tiba-tiba menangis di hadapannya. Tak tahu bagaimana cara menenangkannya.

Apakah kau masih Sungmin cengeng yang dulu? Apakah kau masih terus merasa sendiri?

–O–

“Berhenti menangis noona! Aku benci mendengar suaramu! Jika bukan karena kau, umma tak akan pergi secepat ini!! Aku membencimu.”

Gadis berumur 10 tahun itu, mencoba menahan isakannya. Mengarahkan tatapannya pada gundukan tanah yang masih sangat basah di hadapannya.

Kau benar, Sungjin-ah. Noona yang bersalah. Jika tak berteriak meminta tolong, Umma tak akan tertabrak. Akan lebih baik jika noona yang mati. Kau tak akan kehilangan umma seperti ini. Kau mungkin tak akan membenci noona. Appa tak akan bersedih. Semuanya tak akan menangis. Noona yang bersalah.

–O–

“Appa, kapan Sungjin akan bangun?” Lagi pertanyaan itu terlontar dari mulut Sungmin. Sudah 2 tahun. Namun, adik laki-lakinya sama sekali tak menunjukkan akan bangun dari tidur panjangnya. Setelah operasi transplantasi ginjal yang dilakukan oleh Sungmin dan Sungjin, adik Sungmin sama sekali belum sadar. Awalnya mereka pikir karena tubuh Sungjin menolak ginjal dari Sungmin. Namun, setelah di periksa, malah ginjal itu berfungsi dengan baik.

Kesimpulan para dokter, bukan karena Sungjin tak bisa sadar, namun tampaknya lelaki itu yang tak mau sadar. Sepertinya ada hal yang begitu mengganjal dalam hati dan pikirannya.

“Appa juga tak tahu sayang. Kita bersabar saja, ya.”

Lee Chunhwa perlahan mengusap kepala putrinya yang tengah memandangi sang adik yang tertidur.

“Eh, ada apa dengan rambutmu? Appa kira kau tak mau memotongnya sayang?”

Sungmin tersenyum.

“Aku ingin sesuatu yang baru saja appa.”

“Kau tak menyembunyikan sesuatu, kan? Kau baik-baik saja, kan? Lalu janjimu pada umma bagaima..”

“Tenang appa. Aku baik-baik saja. Lagipula umma tak akan marah karena aku memotong rambutku sependek ini. Selama aku tak menggundulinya, umma pasti tak akan marah.”

“Kau ini ada-ada saja.”

–O–

Kyuhyun POV

Aku baru saja menemui ayahku di rumah sakit. Beliau memang seorang dokter. Dan memang sudah rutinitasku setiap pulang sekolah aku akan mampir ke sini.

Ku langkahkan kakiku menyusuri koridor rumah sakit saat tak sengaja mataku menangkap sosok gadis yang akhir-akhir ini selalu ada di dekatku.

Lee Sungmin.

Sedang apa gadis itu di sini?

Apakah ia sakit? Atau ia terluka parah saat di keroyok tadi?

Aku menggelengkan kepala. Terlalu bodoh dan sangat sempit pemikiran yang ada di otak jeniusku ini.

Dan jangan tertawakan aku, jika sekarang aku tengah menghampiri gadis yang menunduk dalam di bangku taman rumah sakit itu.

“Lee Sungmin.”

Gadis itu seketika menoleh kearahku saat aku menyapanya. Tanpa menunggunya berbicara, aku mendudukkan diriku di sampingnya.

Sungmin masih terus menatapku.

Eh, ada yang berubah dari gadis ini. Dia habis potong rambut? Kenapa dia terlihat imut sekarang? Apa karena aku baru memperhatikannya?

“Annyeong, Kyu.”

Dia tersenyum. Baiklah-baiklah. Jantungku akhir-akhir ini tengah bermasalah. Sejak kehadiran gadis ini, aku tak bisa mengontrol detakan jantungku.

Aku mengakui. Dia manis. Dia cantik. Astaga……..

“Kyu…kau memikirkan apa?”

“B-bukan apa-apa.” Aku sangat memalukan sekarang. Kembali aku memikirkan sesuatu. Untuk apa gadis ini datang ke rumah sakit?

“Kau sedang apa di sini?”

“Jalan-jalan, sekaligus….mengikutimu.”

“heh? Kau kira ini tempat bermain? Jangan bodoh Lee Sungmin.”

“Aku memang sedang jalan-jalan, Kyu.”

“Sudahlah. Aku malas bicara denganmu.”

“Tapi, aku ingin bicara denganmu.”

“terserah.”

Aku berniat beranjak dari dudukku, saat lagi-lagi aku melihat sosok yang ku kenal-sangat ku kenal malah-berjalan menghampiriku dan Sungmin. Ku lirik gadis di sampingku yang tersenyum sumringah ke arah sosok itu.

“Cho Kyuhyun? Sedang apa kau di sini?”

Musuh bebuyutanku di sekolah. Haruskah aku bertemu dengannya bahkan saat sedang tidak berada di sekolah? Bukan urusannya, kan aku mau berada di mana, termasuk berada di rumah sakit ini.

Sepertinya Cho Kyuhyun kita melupakan jika tadi ia pun memusingkan seorang gadis yang berada di rumah sakit ini.

“Aku menemui ayahku songsaengnim.”

“Aku tahu. Maksudku, apa yang kau lakukan di sini bersama putriku?”

Eh? Dia tahu? Putri? Siapa? Lee Sungmin? Mwoyaaa??!!!

–O–

Normal POV

Kyuhyun masih belum percaya dengan kenyataan yang ia dapatkan hari ini. Seorang Lee Sungmin, ternyata adalah anak dari Lee Chunhwa. Dan ternyata lagi, ayahnya yang merawat adik laki-laki Sungmin.

Sungmin menemani Kyuhyun menuju halte bus. Tak ada yang berbicara di antara mereka. Sesekali gadis itu melirik ke arah Kyuhyun. Sedikit tersenyum saat mengingat raut wajah lelaki itu tadi sore. Betapa lucunya wajah Kyuhyun saat itu. Saat lelaki itu tahu bahwa Sungmin adalah anak dari orang yang mungkin Kyuhyun musuhi.

Tapi, Sungmin yakin. Kyuhyun memang memusuhi ayahnya, namun itu bukan berarti jika Kyuhyun membencinya. Sungmin sangat yakin jika Kyuhyun adalah orang yang baik. Sungmin tidak akan mengikuti seorang lelaki yang jahat, kan?

Kyuhyun sedikit tersentak saat sebotol kaleng dingin mendarat di pipi kanannya.

“Untukmu.” Ujar Sungmin. Kyuhyun menerima kaleng minuman itu. Mata lelaki itu tak berpaling dari Sungmin saat gadis itu duduk di sampingnya.

“Kau melamun terus tadi. Sudahlah. Berhenti memikirkan hal tadi.”

Kyuhyun segera mengalihkan perhatiannya saat tiba-tiba gadis di sampingnya itu menoleh ke arahnya.

“ah..itu. Aku hanya merasa sedikit terkejut. Ya. Ku rasa begitu.” Kyuhyun sendiri tampaknya tak yakin dengan ucapannya.

Sungmin tersenyum pelan.

“Adikku. Dia sebenarnya sangat membenciku. Sejak kematian umma, dia bahkan tak mau bertemu denganku.”

Kyuhyun kembali memusatkan pandangannya pada Sungmin.

“Dia benci mendengar suaraku. Aku sangat ingat saat ia membentakku waktu itu di pemakaman karena mendengar suara tangisku. Saat itu, aku merasa sangat bersalah.”

Kyuhyun masih setia mendengar cerita gadis itu. Perlahan ia letakkan kaleng minuman yang bahkan belum ia buka.

“Aku tak ikut pulang dengan keluargaku saat itu. Aku tetap tinggal di pemakaman itu. Terus menangis di depan makam umma. Mencoba mengeluarkan semua tangisku agar nanti, saat aku bertemu adikku, aku tak akan menangis lagi.”

Sungmin mengusap sedikit air matanya yang meleleh tanpa ia sadari. Tersenyum saat melihat ke arah Kyuhyun.

“Kau tahu, Kyu. Saat itulah aku mengenalmu.”

Kyuhyun mengerutkan keningnya.

“Mengenalku? Kapan?”

“Saat itu. Di tempat dan hari yang sama. Saat hujan turun di pemakaman itu. Kau datang kepadaku, memayungiku. Menunggui sampai aku menghentikan tangisku.”

Kyuhyun terperanjat kaget. Ingatannya kembali pada saat 6 tahun yang lalu. Saat ia berusia 10 tahun.

“K-kau….gadis cengeng itu?”

Sungmin mengangguk.

“Kau mengikutiku terus karena hal itu?”

Lagi. Sungmin mengangguk dengan semangat.

“Kau tahu, Kyu? Aku masih mengingat apa yang kau katakan saat itu.”

Kyuhyun meringis saat menyadari ada senyum misterius yang tersungging di bibir gadis itu.

“Aku datang menagih janjimu, Kyu….”

“Ya! Hentikan. Aku tak ingat sudah berjanji padamu.”

“Jangan berbohong Cho Kyuhyun. Wajahmu mengatakan hal yang sebaliknya.”

“Aku bilang hentikan, Lee Sungmin.”

“Katakan. Kau akan menepati janjimu, Kyu. Katakan..katakan..kata..”

Kyuhyun dengan lancangnya membungkam mulut gadis dihadapannya itu dengan bibirnya. Kesal juga saat gadis itu terus menyudutkannya.

Kyuhyun tersenyum miring saat melihat ekspresi gadis di hadapannya. Mata Sungmin seakan ingin melompat dari sarangnya. Lelaki itu belum melepaskan bungkamannya. Ia masih ingin bermain-main dengan gadis ini.

Sungmin hanya bisa memejamkan matanya saat bibir Kyuhyun dengan tidak terduganya bergerak perlahan di atas bibirnya.

Ia memang pernah mencium bibir lelaki itu. Tapi, bukan seperti saat Lelaki ini menciumnya sekarang. Sungmin mencengkeram kaleng minuman di tangannya saat merasakan ciuman Kyuhyun semakin dalam.

Sungmin tak tahu saja jika lelaki di hadapannya ini tengah menikmati apa yang ia lakukan sekarang. Tuan Cho telah lupa diri sepertinya.

Kyuhyun melepaskan ciumannya saat sadar jika nafas mereka berdua sama-sama saling memburu. Kyuhyun tersenyum dan mengusap lembut bibir mungil Sungmin yang sedikit basah.

Sungmin masih terdiam seraya menhirup nafas sebanyak-banyaknya. Matanya mengerjap tak karuan.

“Lee Sungmin, aku sudah tahu. Berhentilah mengoceh.”

Sungmin hanya memandangi Kyuhyun. Tak tahu harus menjawab apa.

Kyuhyun ingin tertawa melihat ekspresi bodoh gadis di hadapannya itu.

“Kau itu, sama denganku. Aku tahu bagaimana rasanya kehilangan umma. Di pemakaman itu, aku berkunjung ke makam ummaku saat tak sengaja aku melihatmu yang tengah hujan-hujanan. Aku terus memperhatikanmu. Aku menghampirimu. Dan kau tahu..?”

“Mana aku tahu, Kyu.”

“akhirnya kau bicara juga. Jangan pasang tampang seperti itu lagi. Aku bisa saja menciummu seperti tadi.”

Sungmin mendengus sebal. Sedikit memicingkan matanya saat menatap Kyuhyun, mencoba menunjukkan kekesalannya.

“Pertama kali aku melihatmu, saat itu pula aku berjanji. Berjanji pada diriku sendiri dan juga padamu.”

“Terima kasih Tuhan. Akhirnya dia mengaku.” Sungmin mengusap dadanya seolah ia sangat bersyukur sekarang. “Tapi, kenapa kau seperti tak mengenalku?” gadis itu kembali bertanya.

“Aku memang tak mengenalmu, kan?”

“YA!!”

Kyuhyun meringis mendapati pukulan bertubi-tubi dari Sungmin pada lengannya. Satu pukulan lagi, namun Kyuhyun berhasil menahan tangan gadis itu.

“Aku sengaja tak ingin mengenalmu lebih jauh saat itu. Aku hanya ingin menepati janji pada diriku saja. Dan dengan begitu aku bisa menepati janjiku padamu.”

Sungmin terdiam. Mencoba mencerna ucapan Kyuhyun.

“Aku berjanji padamu. Aku yang akan menjagamu. Menemanimu. Terus bersamamu sampai kapanpun itu. Menjadikanmu satu-satunya orang yang aku cintai.”

“Kyu….”

“Aku terus mengingatmu, Min.”

“Kyuhyun…”

“Aku mencintaimu, Lee Sungmin. Maaf karena terlalu lama menemukanmu.”

Kyuhyun tersenyum kecil saat melihat gadis di hadapannya itu meneteskan air mata.

Perlahan Kyuhyun menarik tubuh kecil itu ke dalam dekapannya. Mengusap pelan kepala Sungmin.

“Gomawo Kyu. Gomawo. Aku juga mencintaimu. Dari dulu dan untuk selamanya.”

Tuhan, aku berjanji. Hanya gadis ini yang akan aku cintai. Suatu saat, jika aku bertemu dengannya lagi. Izinkan aku untuk menjaganya.

–O–

“Ya! Cho Kyuhyun! Berhenti bermanja-manja seperti itu pada noona ku!”

Kyuhyun yang tengah menyandarkan kepalanya di punggung Sungmin, sontak membalikkan  badannya.

“Kau tak sopan, eoh? Panggil aku, hyung!”

Sungjin mencibir. Sungmin yang sedang menyuapinya tak mau ambil pusing dengan perdebatan kedua namja di dekatnya itu.

“Maaf, ya! Kau itu lebih pantas di panggil ahjussi. AH-JU-SSI-GE-NIT!!”

“Apa kau bilang?? Namja tampan sepertiku kau bilang ahjussi?? Kau bodoh,ya?!”

Kyuhyun berniat untuk memberi pukulan pada Sungjin, jika saja Sungmin tak menangkap tangannya.

“Cho Kyuhyun, dia baru saja sadar.”

Sungjin menjulurkan lidahnya pada Kyuhyun, membuat lelaki itu semakin kesal.

“Dengar itu Cho Kyuhyun. Kau tak boleh menyentuhku sedikit pun. Berlaku juga pada noona ku.”

“Noona?? Kau sudah menganggapnya noona mu, eoh? Sudah tak membencinya lagi??”

Ucapan Kyuhyun membuat wajah Sungjin tiba-tiba mengeras. Sungmin segera menoleh pada Kyuhyun.

Seketika Kyuhyun sadar akan ucapannya. Dengan tak enak hati, ia beranjak untuk duduk di samping Sungjin.

“emm…itu..Sungjin-aa. Aku tak bermaksud berbicara seperti itu. Anu..aku hanya bercanda. Iya. Hanya bercanda.” Kyuhyun menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal saat tak mendapat respon dari Sungjin. Kyuhyun menoleh pada Sungmin, mencoba meminta bantuan. Namun, gadis itu hanya mengangkat bahunya, tanda tak mau ikut campur.

“Oke. Aku minta maaf. Sungjin-a…A-KU MIN-TA MA-AF.”

“tak a-kan-ku-ma-af-kan.”

Kyuhyun mendengus frustasi.

“Asal….”

“Asal apa? Katakan!!”

“Jangan dekat-dekat dengan noonaku.”

“TIDAK AKAN!!!! Terserah kau mau memaafkanku atau tidak. Aku tak peduli!!”

Sungmin dan Sungjin seketika tertawa setelah mendengar teriakan Kyuhyun. Namja yang sedang di tertawai itu memandang aneh pada kakak beradik itu.

“Kenapa? Apa yang lucu?”

Sungmin menggeleng pelan.

“Yang lucu itu kau. Sepertinya kau memang tak ingin jauh-jauh dari noona ku, ya.”

Kyuhyun memamerkan senyum bangganya. Secepat kilat ia menarik Sungmin ke dalam pangkuannya.

“Tentu saja. Dia ini milikku. Tak akan ku biarkan di jauh-jauh dariku. Lagi.”

Sungmin terkekeh. Dipeluknya leher Kyuhyun. Namja itupun balas memeluk pinggang gadis itu dengan erat.

“Kau lihat sendiri, kan Sungjin-a? Dia tak mau jauh dariku. Kau harus terima itu.”

“Terserah kalian saja lah. Tapi, bisakah tak bermesraan di hadapanku?”

“TAK BISA!!” Sungjin terperanjat kaget saat mendengar teriakan kompak pasangan di hadapannya itu.

“Ku beritahu appa, baru tahu rasa kalian.”

Kyuhyun dan Sungmin seakan tak mendengar gerutuan Sungjin. Tetap dalam posisi mereka, malah kedua orang itu semakin mengeratkan pelukan mereka masing-masing. Benar-benar tak ingin berpisah rupanya.

–O–

“Adikmu benar. Suaramu jelek saat menangis.”

Sungmin yang tengah menangis keras saat itu, seketika menoleh dan mendapati seorang bocah lelaki seumurannya, tengah berdiri memegang payung dan tersenyum miring kepadanya.

“Kau siapa?”

“Tak peduli aku siapa. Tapi, berhentilah menangis. Suaramu jelek sekali.”

Sungmin berdiri dengan marah. Mengusap wajahnya yang basah karena air mata dan juga air hujan.

“Aku tak mengenalmu. Jangan sok tahu, kau. Lebih baik kau pergi saja.”

Bocah yang dibentak oleh Sungmin itu tak menggubris ucapan Sungmin. Ia malah melangkah ke arah gadis itu.

“Kita itu sama. Jangan bersedih. Jika tak ada yang mau menerimamu, ada aku. Aku berjanji. Suatu saat nanti, aku yang akan menemanimu. Aku yang akan selalu bersamamu. Ku pastikan, hanya kau yeoja yang akan bersamaku.”

Sungmin hanya bisa menganga dengan sangat cantiknya mendengar kalimat panjang bocah di hadapannya itu. Kenal saja tidak, namja itu dengan seenaknya mengucapkan hal yang terdengar begitu aneh di telinga gadis berusia sepuluh tahun seperti Sungmin.

“Ambil ini. Kita akan bertemu lagi nanti.”

Sungmin dengan bodohnya hanya menerima payung yang diberikan oleh namja itu. Memandangi bocah it yang berlari menembus hujan.

“Aku bahkan tak tahu namanya. Apa kami akan bertemu lagi?”

Namja itu, Kyuhyun, tersenyum dalam larinya. Mengingat bagaimana ekspresi yeoja yang baru saja di temuinya. Ia akan mengingatnya. Karena suatu saat nanti ia akan dan memang harus bertemu dengan yeoja itu lagi.

Sampai bertemu lagi Lee Sungmin.

 

–FIN–

 

 

 

wohooo….ini oneshoot pertama. Entahlah, bagus apa kaga.

Yang mau baca, silahkan 😀

 

-Kim Yeri-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s