[ff KyuMin] I Hate You because I love You

I Hate You Because I Love You

Oneshoot

 

...

Presented by Kim Yeri

.

Genre :: Romance

.

Rate : T

.

Pairing : KyuMin

.

Warning : GS For Sungmin, Typo(s).

.

Disclaimer : KyuMin milik Tuhan, Orang tua mereka, SUPER JUNIOR,

ELF, JOYERS, dan saya. Tapi, kalau Yesung hanya milikku seorang :*

 

Seperti biasa, jika telah bosan di saat jam pelajaran berlangsung, Sungmin akan mencoret apapun yang bisa ia coret. Kursi di hadapannya, mejanya sendiri, ataupun kertas yang ia sobek dari bukunya.

Sungmin terus-menerus menggoyangkan kaki kanannya selama ia melancarkan aksi coret-coretannya, dan sepertinya memang sudah tak peduli lagi dengan guru yang sedang menerangkan di depan kelas.

Sungmin sedikit merasa aneh saat tahu yang ia tendang terasa empuk. Dan ternyata yang menjadi sasarn tendangannya bukanlah kaki mejanya, melainkan kaki seseorang.

Sedikit menengok ke samping, dan tersajilah wajah seorang namja yang sedang tersenyum ke arahnya.

“ehehe…Mian.” ujar Sungmin cengengesan.

Namja itu hanya tersenyum tak menanggapi permintaan maaf dari Sungmin.

“Sejak kapan dia duduk di sampingku?” gumam Sungmin.

 

–O–

“Astaga. Nilaimu jelek semua Lee Sungmin. Apalagi nilai matematikamu. Nol besar! Lebih bagusan nilaiku.”

Sungmin hanya bisa tersenyum miris melihat hasil ujiannya. Ryeowook yang datang ke kelas Sungmin saat jam istrahat itu sudah tak heran lagi akan nilai sahabatnya yang satu itu.

“Mau bagaimana lagi, Wokkie-ah. Otakku terlalu kecil untuk bisa menampung semua pelajaran.”

Ryeowook mencibir. “Kau saja yang tak mau berusaha, Minnie-ya.”

“Kau seperti tak tahu aku saja.”

BRAK!!

Sungmin dan Ryeowook terkejut saat tiba-tiba ada yang membanting pintu. Seorang namja tinggi seketika menatap ke arah Sungmin dan Ryeowook, karena memang hanya mereka beruda yang ada di dalam kelas saat itu.

“Lee Sungmin. Kau di panggil ke ruang guru.”

Sungmin hanya bisa melongo. Bagaimana tidak. Namja itu hanya mengucapkan kalimat tadi dan langsung pergi begitu saja.

Sementara Ryeowook, tampaknya gadis itu tengah memperhatikan namja tadi bahkan setelah dia menghilang.

“Sungmin-a. Tadi itu Kyuhyun, kan?”

Sungmin seketika menoleh pada Ryeowook dan mengangguk.

“Omo!! Dia mengenalmu? Kenalkan padaku juga!!” Ryeowook sama sekali tak mengalihkan pandangannya dari pintu yang bahkan tak ada siapa-siapa lagi di sana.

“Tentu saja dia mengenalku. Kami sekelas” bahkan ia baru saja pindah duduk di sampingku. “Kau mau kenalan, sendiri saja. Aku tak akrab dengannya.”

“Astaga. Kau ini bagaimana. Dia itu siswa populer di sekolah kita. Padahal murid baru, tapi dia sudah sepopuler itu.” Ryeowook beralih menatap Sungmin. “Kau tak tertarik, kah?”

“Ani. Sama sekali tak tertarik.”

“Terserah kau sajalah. Ya sudah. Aku kembali ke kelas, dan jangan lupa ke ruang guru.”

Ryeowook dengan riang berjalan keluar dari kelas Sungmin, sementara Sungmin hanya bisa mendengus melihat sahabatnya itu.

Tak lama, Sungmin pun beranjak untuk menuju ke ruang guru.

 

–O–

Apa-apaan ini?

Aku memang bodoh, tapi tak adakah cara lain? Atau setidaknya orang lain yang mengajariku? Bukannya aku tak suka namja, hanya saja aku tak biasa berdekatan dengan namja.

Hah…nasib orang bodoh apakah memang seperti ini?

 

–O–

“Ya! Jangan menatapku seperti itu. Aku tak bisa berpikir jernih.”

Kyuhyun semakin melebarkan senyumnya mendengar kalimat Sungmin barusan. Sungmin yang tahu jika namja di sampingnya ini tak menggubris ucapannya, secepat mungkin memunggungi namja itu.

Dengan sedikit tertunduk, Sungmin berusaha menyelesaikan soal matematika yang diberikan oleh Kyuhyun padanya.

Di perpustakaan saat itu hanya ada mereka berdua, karena waktu memang sudah menunjukkan pukul 7 malam.

Baru beberapa menit Sungmin berkutat dengan soal-soalnya, gadis itu kembali berbalik dan menatap Kyuhyun yang masih tetap di posisi yang sama.

“Wae?”

“Hueee…..aku tak bisa mengerjakannya! Tidak bisa! Tidak bisa!”

Kyuhyun terperangah melihat tingkah gadis di sampingnya itu. Menangis meraung seakan tengah dipukuli. Kekanakan sekali.

“Aku tak mau mengerjakannya. Terserah nilaiku jelek. Aku tak peduli!”

Sungmin bergegas membereskan barang-barangnya. Berniat untuk beranjak dari sana sebelum ia mendengar suara Kyuhyun.

“Yang menyuruhmu pulang siapa?”

Sungmin menghentikan aktifitasnya. Takut juga dia mendengar suara Kyuhyun yang terdengar menyeramkan.

“Duduk!”

Perintah telak itu tak bisa Sungmin bantah. Dengan patuhnya ia kembali duduk di bangkunya.

“Kalau kau tak tahu, harusnya bertanya. Apa gunanya aku ada di sini, Lee Sungmin.”

Sungmin mengerjap lucu mendengar suara Kyuhyun yang berubah drastis dari sebelumnya.

Kyuhyun tersenyum kecil melihat tampang bodoh Sungmin yang belum mengalihkan tatapan darinya.

“Kau mau belajar atau mau menatapku saja?”

“Eh?” Sungmin tersadar. Segera ia mengeluarkan kembali bukunya. Menunjukkan soal-soal matematika –yang menurutnya mengerikan- pada Kyuhyun.

“Cha. Bagian mana yang tak kau tahu?”

“Semuanya.”

Kyuhyun sweatdrop seketika.

Menatap Sungmin yang memandangnya dengan wajah tanpa dosanya.

“Kau benar-benar bodoh ternyata.”

“Ya!”

–O–

 

“Astaga. Kemarin aku tak mampir ke bukit. Kelinci kecilku pasti kelaparan.”

Setelah pelajaran selesai, sore itu Sungmin menghampiri bukit belakang sekolah, tempatnya menghabiskan waktu sebelum pulang ke rumah.

Hampir setiap hari gadis itu berkunjung ke sana.

Sedikit berlari kecil, Sungmin menghampiri sebuah  pohon besar. Di dekat pohon itu ada sebuah kandang kecil. Tempat kelinci peliharaannya.

“Ah, mianhae Momo-ya. Kemarin aku harus belajar dulu.”

Sungmin menyodorkan beberapa helai kangkung dan sebuah wortel pada kelinci itu.

Setelah memberi makan kelincinya, Sungmin membaringkan tubuhnya di samping kandang itu.

“Mungkin ada baiknya aku tidur.” Gumam Sungmin.

Perlahan ia memejamkan matanya. Tasnya ia gunakan sebagai bantal. Tak lama, gadis itu sudah terlelap hingga tak menyadari Kyuhyun yang menghampirinya.

Namja itu semakin mendekat ke arah Sungmin. Sejak tadi, Kyuhyun sudah mengikuti Sungmin. Barulah ia keluar dari persembunyiannya saat melihat gadis itu tertidur.

“Gadis bodoh. Berani sekali dia tidur di sini. Tak takut ada orang jahat, kah?”

Kyuhyun memandangi Sungmin yang sepertinya tertidur sangat lelap.

Mata Kyuhyun berhenti pada sebuah papan yang terpasang di pohon yang menaungi mereka berdua sekarang.

Tempat ini milik Lee Sungmin.

Kyuhyun hampir saja tertawa jika tak melihat Sungmin yang tertidur di hadapannya.

“Tempatmu, eoh? Mulai sekarang bukan lagi.”

 

–O–

Tak ada respon.

Plak..Plak..

Gadis itu mulai menggeliat. Tapi, sepertinya belum mau bangun.

PLAK!

“Ya!!”

Sungmin yang tidur tengkurap langsung membuka matanya setelah merasakan pukulan di bokongnya yang datang bertubi-tubi.

Sungmin terperanjat saat melihat Kyuhyun yang duduk di sampingnya. What the??

“KAU?! Apa yang kau lakukan..di sini?!” Sungmin bingung sendiri akan apa yang harus ia tanyakan.

“Membangunkanmu, tentu saja.”

“Dengan cara memukul bokongku?!”

Kyuhyun mengangguk dengan santainya.

Plak!

“Ya! Aisshh…” Kyuhyun mengusap jidatnya yang baru saja mendapat geplakan dari Sungmin.

“Kau melakukan pelecehan, Cho Kyuhyun!”

“Heh, pelecehan?! Membangunkan orang yang sedang tertidur kau bilang melecehkan?”

Sungmin menggeram kesal. Ia bangkit. Kyuhyun mengikutinya.

“Kau mesum!”

“Baru tahu?”

Wajah Sungmin memerah menahan marah. Bisa-bisa ia meledak jika meladeni namja di hadapannya.

Kyuhyun malah semakin tertarik mengganggu gadis di hadapannya.

“Aku akan melapor pada sonsaengnim, kalau kau melecehkanku. Dengan begitu ia pasti akan mengganti orang yang mengajarku.”

“Oh, ayolah. Bahkan kau baru sekali belajar bersamaku.”

“Lebih baik tak belajar sama sekali jika itu harus bersamamu, namja mesum!”

“Yakin, kau tak akan menyesal?” Kyuhyun menaik-naikkan alisnya membuat Sungmin benar-benar ingin mencakar wajah namja di hadapannya ini.

“Tak akan, tuan Cho!” Sungmin segera berbalik sebelum langkahnya terhenti saat namja di belakangnya menahan lengannya.

“Jika kau ingin melapor pada sonsaengnim…” Kyuhyun menggantungkan kalimatnya. “… setidaknya jelaskan semua yang aku lakukan padamu.”

Kyuhyun menarik tangan Sungmin, menyentakkan gadis  itu sehingga berbalik dan membawa Sungmin mendekat padanya.

Jantung Sungmin rasanya akan melompat keluar saat Kyuhyun tiba-tiba saja menciumnya.

 

–O–

 

Sungmin terus menundukkan kepalanya. Sejak ia sampai di sekolah, gadis itu sama sekali tak berbicara apapun. Dan lagi, baru kali ini ia datang begitu pagi dari biasanya.

Belum ada siswa lain di kelas selain dirinya.

“eotteokhae??”

Sungmin mengacak rambutnya frustasi. Kesal, bingung, marah, semuanya bercampur menjadi satu.

Semalaman ia tak bisa tidur. Ia juga tak bernafsu melakukan apapun. Semuanya karena Cho Kyuhyun. Semua karena namja mesum itu.

“Cho Kyuhyun…” Sungmin menggeram tertahan.

“Kau memanggilku?”

Sungmin mengangkat kepalanya, dan betapa terkejutnya ia saat tahu jika Kyuhyun tengah berdiri di sampingnya.

Ingatan Sungmin seketika kembali pada kejadian semalam di bukit sekolah. Wajahnya dengan sangat lancangnya, memerah, dan jangan lupakan Cho Kyuhyun yang tengah tersenyum simpul memperhatikan reaksi yeoja di hadapannya itu.

“Kau!”

Cup

Lagi. Sungmin hanya bisa mengerjapkan matanya saat Kyuhyun kembali mempertemukan bibir mereka.

“Jangan marah-marah. Ini masih pagi.” Kyuhyun tersenyum lebar melihat tampang Sungmin yang terlihat begitu kaget sekaligus bingung.

Sungmin masih belum bisa menguasai dirinya. Hingga ia tersadar dan hanya bisa terdiam, mengingat telah ada beberapa temannya yang memasuki kelas.

 

–O–

Bagaimana bisa aku melupakan namja menyebalkan itu?

Dia yang seenaknya melakukan apapun padaku, membuatku tak bisa melawannya.

Ya, Tuhan… wajahnya bahkan terus berputar di kepalaku.

Ingat, Lee Sungmin kau membencinya. Jangan pkirkan dia. Jangan pikirkan dia.

 

–O–

 

“Kau belum puas mengangguku?”

Kyuhyun menggeleng. “Aku tak mengganggumu, Lee Sungmin.”

“Ya! Cho Kyuhyun. Pergi dari sini. Ini tempatku.”

“Kata siapa?”

“kau tak bisa membaca, ya? Jelas-jelas di sana tertu…MWO?!!”

Kyuhyun menutup telinganya saat teriakan dahsyat itu keluar dari mulut Sungmin.

Sungmin berjalan dengan penuh amarah, menghampiri Kyuhyun yang tengah duduk di samping kandang kelinci.

“Apa maumu?”

Dengan berani, Sungmin menarik kerah baju Kyuhyun. Ia kesal setengah mati pada namja ini. Denag seenaknya ia merubah tulisan yang telah ia pasang di batang pohon

“Tak ada.”

“Bohong! Kau terus mengangguku. Bahkan, kita sama sekali tak akrab. Lalu, dengan tiba-tiba kau terus mengikutiku. Kau beralasan untuk mengajariku. Melecehkanku. Menciumku seenaknya. Apa maumu, Cho? Aku muak dengan semua yang kau lakukan sekarang!”

Sungmin menatap Kyuhyun dengan mata yang sudah berair. Sudah cukup lama ia menahan amarahnya. Dan sepertinya sekarang ia sudah di ambang batas kesabarannya.

Melihat namja di hadapannya tak juga mengatakan apa-apa, Sungmin lalu melepaskan cengkeraman nya pada kerah baju Kyuhyun dengan kasar.

“Baiklah. Terserah kau mau melakukan apa sekarang. Aku tak akan peduli lagi. Gunakan tempat ini sepuasmu, Cho!”

Kyuhyun memandang punggung Sungmin yang semakin jauh meninggalkannya. Sedikit menghela napas sebelum melangkah dari tempat itu.

“Kau masih tak sadar juga, kah?”

 

–O–

 

Kyuhyun masuk ke sekolah itu bukan karena tanpa alasan.

Beberapa bulan yang lalu, ia bertemu seorang gadis yang merengek meminta kelinci padanya. Kelinci yang Kyuhyun temukan itu sebenarnya ingin ia buang, namun entah dari mana yeoja itu muncul, dan dengan tiba-tibanya meminta kelinci itu darinya.

Kyuhyun memberikannya, tentu saja. Gadis manis di hadapannya itu terlihat sangat menginginkannya.

Dan harus Kyuhyun akui,  gadis itu terlalu menggemaskan, hingga untuk menolak keinginnanya, teras abegitu sulit.

Gadis itu, berlalu meninggalkannya tanpa mengucapkan apapun setelah mendapatkan kelinci itu.

Hari setelahnya, tanpa sengaja, Kyuhyun bertemu, atau lebih tepatnya melihat gadis itu lagi di tempat yang sama dengan kemarin. Ia mengikuti ke mana gadis itu pergi.

“Lee Sungmin!” Gadis itu menoleh saat ada seorang yeoja yang memanggilnya di depan gerbang sekolah.

Lee Sungmin? Kyuhyun menggumamkan nama itu. Saat itu, entah karena apa, atau memang sepertinya ia terkena virus Love at first sight, Kyuhyun segera berbalik ke rumahnya. Tak melanjutkan perjalanannya menuju sekolahnya sendiri.

Sesampainya di rumah,Kyuhyun langsung mengatakan kepada ibunya tentang keinginannya untuk pindah sekolah.

Tujuannya hanya satu.

Lebih dekat dengan Lee Sungmin.

 

–O–

 

“Astaga?! Benarkah?”

“Ya ampun, itu Kyuhyun dan Sungmin.”

“Ternyata Sungmin yeoja yang genit.”

“Eh, itu dia.”

Sungmin mengerutkan kening. Sejak ia masuk ke halaman sekolah, hampir seluruh siswa memperhatikannya.

Berkali-kali ia mengecek penampilannya, namun tak ada yang aneh.

“Dasar, yeoja genit!”

“Anak baru pun dia embat!”

Sungmin merasa jika ucapan itu ditujukan padanya. Namun, ia berusaha mengabaikannya, hingga ia sampai di depan kelasnya yang tengah dipenuhi siswa yang berkerumun.

“Eh, Dia datang!”

Semuanya menoleh pada Sungmin. Pandangan mengejek yang Sungmin dapatkan saat melihat sorot tajam dari teman-temannya.

“Ternyata, kau yeoja yang munafik, ya. Jadi, namja seperti Cho Kyuhyun yang menjadi incaranmu selama ini?”

Sungmin menatap tak suka pada yeoja yang berbicara di hadapannya itu.

“Kenapa menatapku seperti itu? Aku benar, kan?”

Mata Sungmin membulat kaget, saat melihat beberapa lembar foto yang dilemparkan oleh yeoja tadi.

Itu fotonya. Bersama Kyuhyun. Saat namja itu menciumnya di bukit.

Sungmin berjongkok. Memunguti foto yang berserakan itu. Matanya sudah berair.

“Sungmin-a..”

Ryeowook yang baru datang, seketika menghampiri Sungmin. Membantu gadis itu berdiri.

“Menangis, eoh? Kaget karena kami mengetahui aslimu seperti apa?”

Sungmin tak berani mengangkat wajahnya. Ia yakin. Semua mata yang ada di sana memandang ke arahnya.

Ryeowook berusaha menenangkan Sungmin. Di usapnya perlahan bahu sahabatnya itu.

“sudahlah, tak usah dengarkan mereka.” Bisik Ryeowook.

“Benar-benar sebuah kejutan, kan Lee Sungmin?”

“Maksudmu apa, Kim Haneul?!”

Gadis yang sedari tadi memojokkan Sungmin seketika menoleh ke belakang. Bukan hanya dia, bahkan semua yang ada di sana, terkejut saat melihat siapa yang datang.

Cho Kyuhyun.

“K-Kyuhyun?”

Namja itu berjalan cepat ke arah Sungmin yang masih menunduk. Di rampasnya lembaran foto yang ada di tangan gadis itu.

“Apa? Kau keberatan dengan semua ini?”

Kyuhyun dengan marahnya merobek lembaran foto itu di hadapan semua orang di sana.

“Aku tanya?! Apa yang salah dengan itu?!”

Kyuhyun mendengus kasar.

“Kau, Kim Haneul, dan kalian semua. Dengarkan baik-baik.”

Kyuhyun menarik tangan Sungmin. Menggenggamnya dengan erat.

“Dia. Lee Sungmin, adalah yeojachingu ku. Ingat itu!”

 

–O–

 

“Cho Kyuhyun, bodoh!!! Apa yang kau katakan pada mereka??!!”

Sungmin terus memukuli namja yang berdir snatai di sampingnya itu.

Tadi, saat dengan lancangnya Kyuhyun berkata bahwa Sungmin adalah yeoja chingunya, Sungmin hampir saja meledak di sana.’

Namun, Kyuhyun yang tahu apa yang akan terjadi setelah ia berkata seprti itu, dengan cepat menyeret gadis itu menuju belakang sekolah, tepatnya di bukit.

“Berhenti memukulku, atau kau ku cium!”

Sungmin menghempaskan tangannya dengan kasar agar lepas dari genggaman Kyuhyun saat mendengar namja itu mengancamnya.

“Harusnya kau bersyukur karena aku membelamu di hadapan mereka. Kau itu selain bodoh, cerewet, merepotkan, tak tau berterima kasih pula.”

Sungmin tiba-tiba merasa sedih mendengar bagaiaman namaj itu mengungkapkan semua kejelekannya. Ia tahu. Tapi, entahlah. Rasanya menyakitkan mendengar namja itu yang mengucapkannya.

“Hiks…aku juga tahu kekuranganmu Cho! Kau itu kejam! Kejam! Kejam!”

Kyuhyun menatap dengan pandangan tak enak saat melihat gadis di hadapannya mengusap air matanya dengan kasar.

“Hanya satu, ya?” gumam Kyuhyun.

Sungmin mendengarnya. “Kau juga…menyebalkan.” ucap gadis itu pelan sembari menundukkan kepalanya.

Mendengar suara lirih gadis itu, membuat Kyuhyun menyadari sesuatu.

Senyum miring dengan segera terpatri di bibirnya.

“I got you!”

Kyuhyun mendekat ke arah Sungmin. Berhenti tepat di hadapan gadis yang masih menunduk itu. “Kenapa menyebalkan, hmm?”

Sungmin menggigit bibirnya. Tangannya dengan canggung membersihkan wajahnya dari sisa-sisa air matanya.

Oh, ayolah. Jantungnya berdebar keras sekarang. Bisa ia rasakan kepalanya menyentuh dada namja di hadapannya itu.

Kyuhyun menjulurkan tangannya, menangkup kedua sisi wajah Sungmin. Dengan pelan ia angkat wajah itu agar menatapnya.

Kyuhyun tersenyum tipis saat tahu wajah yeoja itu memerah.

“Jawab pertanyaanku, Min.”

“Tidak mau!” Susah payah Sungmin mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun, namun selain karena wajahnya sekarang tengah berada dalam kungkunagn tangan namja itu, mata Kyuhyun pun seakan memenjarakan penglihatannya agar menatap mata itu.

Sungmin memundurkan wajahnya dengan susah payah saat Kyuhyun dengan pelan semakin mendekat ke arahnya.

“Ya! Cho Kyuhyun, apa yang mau kau lakukan? ya!”

Pukulan demi pukulan Sungmin layangkan pada lengan namja itu. Namun, kyuhyun tak bergeming. Ia semakin merangsek maju, hingga pergerakan mereka terhenti saat punggung Sungmin telah menyentuh batang pohon.

“Aku mau menciummu, tentu saja.”

Kyuhyun kembali mendekatkan wajahnya dan menarik tengkuk wanita itu..

Diciumnya Dahi wanita itu lembut.

Sungmin memejamkan matanya erat. Merasakan benda lembut itu menyentuh dahinya, sungguh membuatnya sangat nyaman.

Setelah bertahan dengan mencium dahi gadis itu, Kyuhyun kemudian menjauhkan wajahnya, namun tak melepaskan tangkupan tangannya dari wajah gadis itu.

“Apa kau merasakan jantungmu berdebar?”

Seakan terhipnotis oleh tatapan Kyuhyun, Sungmin tanpa sadar mengangguk.

Kyuhyun tersenyum.

“Aku juga, dan itu karena kau…”

“Aku? Kenapa?”

Kyuhyun tersenyum lagi mendengar pertanyaan polos itu.

Di tariknya tubuh Sungmin ke dalam pelukannya. Merasa tak ada penolakan, namja itu semakin mengeratkan pelukannya, membuat wajah Sungmin terbenam sempurna di dadanya.

Sementara Sungmin, ia tak bisa menyembunyikan senyumnya. Sangat nyaman berada dalam posisi ini, pikirnya.

Dan bisa mendengar suara detak jantung Kyuhyun yang berdebar keras, entah mengapa membuatnya begitu bahagia.

“Kau tahu, Min?”

Sungmin menggeleng. Kyuhyun terkekeh. Ternyata gadis ini memang polos.

“Saranghae.” Bisik Kyuhyun tepat di telinga gadis itu.

Sungmin spontan melepaskan pelukan Kyuhyun. Ia tak salah dengar, kan? Benar namja ini menyatakan perasaannya?

Kyuhyun meraih tangan Sungmin. Menaruhnya tepat di dadanya. Sungmin hanya memandang Kyuhyun dengan heran.

“Kau merasakannya, kan? Jantungku berdebar keras begini itu karena kau. Karena aku mencintaimu.”

Sungmin melongo dengan bodohnya.

“j-jangan bercanda! Aku tahu kau sedang mengerjaiku, kan?!” tuduh Sungmin.

Kyuhyun menghela napasnya perlahan. Butuh kekuatan ekstra untuk membuat gadis polos ini sadar.

“Aku serius Lee Sungmin.”

Sungmin bungkam. Tak tahu harus mengatakan apa melihat raut wajah serius namja di hadapannya itu.

Dan kalau boleh jujur, Sungmin rasanya ingin meledak saat itu juga. Jantungnya begitu keras melompat di dalam sana.

“Tapi…”

“Kau mungkin tak mengingatku saat kau meminta kelinci padaku.”

Sungmin berpikir sejenak, sebelum melotot kaget saat mengingat saat di mana ia bertemu sesorang yang mau memberikan kelinci padanya.

“K-Kyu..?”

“Benar. Orang itu aku. Dan kau tahu? Saat itu, saat pertama kali kita bertemu dan aku jatuh cinta padamu.”

Wajah Sungmin semakin  memerah.

“Aku mengikutimu hingga akhirnya aku pindah ke sekolah yang sama denganmu. Ku kira kau akan mengingatku. Sayangnya, tidak.” Kyuhyun menundukkan wajahnya saat Sungmin merunduk, mencoba menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah sempurna.

“Semua yang ku lakukan, semata-mata untuk mencari perhatianmu, berharap kau akan mengingatku, meski  yang ada dalam pikiranmu adalah diriku yang kejam dan…menyebalkan.”

“Dan kau berhasil, Cho.”

Kyuhyun terperanjat kaget saat tiba-tiba gadis itu bersuara dan mengangkat wajahnya.

“Maksudmu?”

Sungmin melepaskan tangannya dari genggaman Kyuhyun. Berjalan meninggalkan Kyuhyun yang terus memperhatikannya.

“Argghh…aku membencimu! Aku kesal, karena ternyata aku begitu menyukaimu!!”

Kyuhyun seketika berjalan cepat menghampiri Sungmin yang tengah menghentakkan kakinya kesal di depan kandang kelincinya.

“Kau bilang apa tadi?”

“Aku membencimu!”

Kyuhyun mendengus.

“Bukan itu. Yang sesu…”

“Aku menyukaimu. Sangat menyukaimu, Cho Kyuhyun! Puas??!!”

Kyuhyun terdiam sejenak, sebelum akhirnya…..

“Bwahahaha…wajahmu menggelikan!! Ahahaha….”

Kyuhyun tertawa dengan senangnya.

Dan Sungmin, gadis itu melongo.

“Kenapa kau tertawa?”

“Ani..hanya saja, aku tak tahan melihat wajahmu.”

Plak!

“Aishh..kenapa memukulku?”

“Ya! Kau sedang mempermainkanku ?!”

Kyuhyun tersenyum lembut.

Dengan cepat Kyuhyun menarik gadis itu kembali ke dalam pelukannya.

“Tidak, Min. Aku serius tentang aku yang mencintaimu. Aku hanya tak tahan saja melihat wajah kesalmu yang terlihat bodoh.”

Pletak!!

Satu semplakan lagi Sungmin hadiahkan untuk namja itu.

“Cho Kyuhyun!! Kau menyebalkan!!”

Kyuhyun menggertakan pelukannya saat Sungmin memberontak.

“Tapi, kau menyukaiku, kan?”

Sungmin mendengus kasar.

“Dan bodohnya, aku memang menyukaimu!”

“Ya, sudah. Tak perlu marah lagi, kan?”

Sungmin tersenyum kecil di balik pelukan Kyuhyun.

“Tapi, aku tetap membencimu.”

Kyuhyun melepas pelukannya dan menatap Sungmin tajam.

“Kenapa menatapku seperti itu?” Sungmin sedikit takut melihat tatapan tajam namja itu mengarah tepat ke matanya.

“Kau cerewet sekali.”

Dan Kyuhyun mendekatkan wajah mereka berdua kembali sebelum akhirnya ia mendaratkan bibirnya di atas bibir Sungmin. Kali ini tak hanya ia tempelkan saja, namun dengan berani Kyuhyun mengulum bibir mungil itu dengan sedikit kasar, membuat Sungmin harus memejamkan mata sempurna sembari tangannya mencengkeram kuat kerah baju Kyuhyun.

Entah sampai kapan Kyuhyun akan melahap bibir gadis itu mengingat sudah cukup lama ia menahan diri.

Sepertinya Sungmin pun menikmati perlakuan Kyuhyun padanya. Melihat bagaimana ia berusaha membalas ciuman Kyuhyun yang bisa dikatakan sedikit panas.

Dan kedua orang ini nampaknya melupakan jam pelajaran pertama mereka yang telah di mulai sejak setengah jam yang lalu.

“Saranghae..”

Sungmin tersenyum senang mendengar kalimat itu diucapkan kembali oleh Kyuhyun di sela ciuman mereka sebelum akhirnya bibir mereka kembali bertemu saat dengan berani Sungmin menari tengkuk Kyuhyun.

Mereka berdua sudah tak peduli akan sekitarnya, termasuk sang kelinci kecil yang sedari tadi memperhatikan mereka.

Dan….nampaknya ciuman ini akan semakin memakan waktu yang cukup panjang.

Tempat ini milik Lee Sungmin dan Cho Kyuhyun.

 

 

–FIN–

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s