Kalau Memang

Kalau memang bukan kamu, seharusnya sudah dijauhkan

Untuk apa berlama-lama di sini?

Takutnya, harapan ini semakin panjang jangka waktunya

Dan yang lelah, hanya aku sendiri.

Seandainya kamu tahu, apa yang akan kamu lakukan?

Benar-benar pergi dan mengentaskan harapanku?

Atau tetap diam, dan bertahan menganggapku sebagai sesuatu yang asing di hidupmu?

Sekalipun kamu mungkin akan sangat kejam,

Maaf saja.

Aku tidak akan menyesal pernah berharap begitu banyak padamu.

Aku tidak akan marah saat kamu tak kenal lelah memenuhi pikiranku.

Aku tidak akan protes dengan kesusahan yang tercipta karenamu.

Tentu saja.

Aku sadar, bahwa ini bukan tanggung jawabmu.

Silahkan lanjutkan hidupmu.

Entah kamu mau memasukkanku dalam cerita hidupmu,

Atau hanya akan menjadi catatan kaki dalam buku perjalananmu.

 

 

Suddenly it come out.

Di saat adzan Maghrib berkumandang, televisi yang terlalu cerewet, dan kepalaku yang dipenuhi oleh skripsi dan sedikit tentangmu…

December, 18th 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s