Poems

Puisi yang aku tulis karena memimpikanmu (14 November 2016)

Kurang lebih, mimpi itu seperti ini :

Ku lihat diriku yang tengah bersamamu di suatu tempat dengan orang-orang lain di sana

Hari yang spesial untukku. Mungkin di hari ulang tahunku, entahlah

Aku tak begitu ingat apa yang kita bicarakan. Tapi, sama seperti kehidupan nyata pada biasanya,

Kau yang selalu membuat siapapun yang bersamamu, tertawa karena guyonanmu

Mungkin seperti itu.

Hingga keadaan sepertinya mulai berubah. Tampak kau yang beranjak.

Tinggallah aku sendiri sembari memperhatikan orang-orang di sekelilingku.

Ada seorang lain yang menemaniku berbicara untuk beberapa saat

Sampai aku secara tak sengaja melihatmu kembali

Aku memang melihat diriku, tapi aku juga mampu merasakan apa yang dirasakan oleh diriku yang ku lihat di dalam mimpi itu.

Seluruh tubuhku di terpa gelombang panas

Semakin mendekat kau ke arahku, detak jantungku rasanya mampu menjebol dadaku

Dan orang-orang lainnya ikut berkumpul, mengelilingi  kita yang saat itu menjadi pusat perhatian

Ku lihat diriku yang masih duduk di atas kursi sembari menggigit-gigti pipet guna menghilangkan kegugupan, kala terus memandangmu yang berdiri di hadapanku sambil tersenyum

Dan entah apa yang terjadi, saat dengan tiba-tiba kau yang sedikit berjongkok dihadapanku sembari menyodorkan sebuah kotak kecil ke hadapanku.

“Marry Me”

Entah itu diucapkan oleh siapa, yang pasti mampu membuatku melongo, menganga, sebelum menutup mulutku, speechless, dan terbangun.

 

Terbangun

Yang tak mengenakkan adalah saat terbangun

Aku belum sempat mengucapkan apa-apa

Dan mimpi indah itu buyar karena aku terbangun

Mustahil memang

Aku sadar itu

Rasanya sangat jauh dari apa yang akan terjadi

Mungkin, itu memang keinginan alam bawah sadarku hingga hadir dalam mimpiku.

Mungkin juga, yang ku lihat di dalam mimpi itu bukan aku

Mungkin saja sosok itu adalah aku yang lain

Yang disukai olehmu

Semoga saja.

 

Suka

Sederhana saja.

Aku menyukaimu, dalam diam yang hanya ada aku dan bayangmu di dalamnya.

Sekalipun menyangkal, nyatanya aku juga mengakuinya.

Aku menyukaimu, dengan semua hal yang ada padamu.

 

Mimpi

Harusnya kamu tahu

Mimpi indah macam apa yang ku alami

Jika ada kamu di dalamnya

Jadi, izinkan aku meminjammu

Hanya saat aku tertidur

 

Pura-pura

Seolah aku biasa-biasa saja

Seolah kau hanya satu dari ribuan orang

Yang tak begitu penting dalam hidupku

Nyatanya, aku selalu bahagia begitu mendengar namamu

Atau saat seseorang bercerita tentangmu

Apalagi saat kita bersama

Meskipun aku berpura-pura tak begitu memperdulikanmu

Nyatanya, aku sangat senang

Jika itu berhubungan denganmu

 

Jodohnya Kelewatan

Kita sudah bertemu sekali

Pertemuan kedua, itu berarti kita jodoh

Tapi, tapi

Kalau ketemunya berkali-kali?

Jodohnya jadi kelewatan, kan?

Jadi, namanya apa?

 

Orang Lain

Kalau bisa, aku pasti maunya sama orang lain

Tapi, ternyata aku maunya sama kamu

Kalau kamu maunya sama siapa?

Sama orang lain kayaknya.

 

Di pilih-pilih

Kayak beli sayur, bisa di pilih-pilih

Mana yang segar dan sehat

Beli baju, bisa pilih-pilih

Mana yang bagus dan murah

Tapi kalau suka, kata “pilih-pilih” langsung menghilang

Rasa sukanya tahu sendiri mau di kemanakan

Maaf karena kamu masuk daftar tidak di “pilih-pilih”

Jadi, sukaku sampai ke kamu

Karena kamu bukan sayur, juga bukan baju

Mulai Kapan? Berhentinya Kapan?

Jangan tanya. Seandainya tahu, sudah pasti selalu ku rayakan

Pokoknya sudah cukup lama

Heran saja karena masih bisa ku sembunyikan

Siapa tahu nanti kamu tahu kalau aku mau kamu

Jangan tanya kapan mulainya, ya

Jangan tanya kapan berhentinya juga

Karena aku tidak tahu jawabannya

 

Rumus

Sudah lama tidak berurusan dengan yang namanya rumus

Jadinya, susah cari rumus untuk memecahkan masalah ini

Iya, masalah

Aku mau kamu, tapi aku nggak tahu kamu mau sama siapa

 

Yang Pertama

Spesialnya kamu itu,

melebihi martabak spesial di perempatan jalan langgananku

Meskipun bukan yang pertama

Tapi, yang paling bermakna

Bisa sesabar ini suka sama kamu

Rekor pertama dalam hidupku

Kamu harus bangga

 

Siapa Aku?

Jangan dicari tahu

Aku hanya orang yang suka sama kamu

Tapi, maunya diam-diam saja

Kalau jodoh, pasti ketemu, kok

14 Desember 2016

Inginku

Aku hanya ingin lebih dekat denganmu

Aku hanya ingin duduk di dekatmu

Aku hanya ingin menggenggam tanganmu

Aku hanya ingin pulang bersamamu

Jadi, datanglah padaku

Dan izinkan aku menuntaskan keinginanku

 

Kamu Saja

Seandainya aku bertemu laki-laki,

Yang bisa membuatku jadi diri sendiri,

Menerimaku, tak peduli seberapa buruknya aku

Aku tak akan menyia-nyiakannya.

Tapi, sebelum aku bertemu dengan laki-laki itu,

Bagaimana kalau kamu saja yang menjadi dia?

 

Dekat Jauh

Jika memang kamu, pasti didekatkan

Jika bukan kamu, pasti dijauhkan

Itu saja

 

Bukan Siapa-siapa

Kamu adalah siapa-siapa bagiku

Sayangnya,

Aku bukan siapa-siapa bagimu

 

 

 

Peka

Sepertinya, laki-laki memang tercipta

dalam keadaan yang kurang

Kekurangan tulang rusuk

dan kekurangan rasa peka

Padahal dengan peka sedikit saja

pasti tak akan sulit bagi mereka

untuk menemukan tulang rusuknya

Dan kamu, jadi salah satu bagiannya

 

Waktu

waktu tidak punya wewenang untuk menunggumu memperbaiki diri

sekiranya dia mau,

toh semua kesempatannya telah dihabiskan olehmu

yang hanya diam di tempat menunggu sembuhmu yang kau tolak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s