Tulisan Ini

Rasa ini berima, naik dan turun, kadang sama kadang tidak. Yang dulu ku kira sama, nyatanya hanya aku yang berbeda.

Rindu ini melelahkan. Padahal, yang berlari di pikiranku adalah kau. Yang sibuk mengetuk hatiku, adalah kau, lalu mengapa hanya aku yang lelah sendiri? Tak tertarik menemaniku?

Kata bisa terucap lewat tinta dan suara.

Dan aku memilih tinta.

Aku takut jika memakai suara, ia hanya akan berlalu, terbawa angin kah, terkubur di tanah kah, tersiram hujan kah, terabaikan.

Mengapa tinta? Seandainya aku ahli pahat, kata-kata ku untukmu akan ku ukir di batu. Mungkin akan lebih abadi dengan begitu.

Mengapa tinta?

Tak perlu alasan, sama seperti hatiku yang memilihmu.

Apa yang sebenarnya ingin ku sampaikan?

Tidak. Aku hanya ingin menulis.

Semua yang berserawutan di otakku. Sesak jika tak di keluarkan sedikit-sedikit.

Kalau kau paham, berarti pesanku sampai padamu.

Tolong di jawab, ya.

Aku memang sabar menunggu, tapi tak bisa berjanji untuk selamanya menunggu.

 

 

Suddenly it come out…

Hanya sedang rindu.

February, 18th 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s