Aku Takut

Aku takut

Jika dengan memberitahumu, kau akan melangkah menjauh

Aku takut

Jika dengan menyadarinya, kau tak akan sama lagi

Aku takut

Jika saat ini bukan yang terbaik, bahwa rasaku belum cukup untuk ku umbar padamu

Aku takut

Dengan diriku yang terus ketakutan

Aku tak ingin merubah apapun. Semuanya sudah baik-baik saja

Jika nanti ada yang harus berubah, ku harap bukanlah diriku padamu

Jika pun harus aku yang berubah, ku harap bukanlah rasa ku padamu

Aku di sini, pun berjuang

Mencoba menerka, mencari jawaban, menghitung segala kemungkinan

Apakah memang aku sungguhan kepadamu?

Ataukah selama ini, aku hanya menjadikanmu satu dari sekian yang ku kagumi?

Apa mungkin kau hanya pilihan untuk menjadi arah pandanganku?

Berpaling dari berlaksa-laksa sakit yang melilit di dalam sini?

Tapi, urusan ini milikku

Kau hanya objek di dalamnya, tapi tenang saja. Aku tak berniat mengusikmu.

Kau hanya objek di luarku, tapi bukan berarti tak ingin ku selami.

Aku menunggu.

Saat di mana takdir yang berbicara.

Di mana aku tak perlu mendekat, dan kau tak perlu tahu, tapi semesta turut serta mengambil bagiannya. Mencetuskan berbagai kejadian yang membawa kita pada jawaban. Mungkin hanya jawaban untukku, tapi sekiranya kau pun sama, alangkah indahnya jika kita menemukan jawaban itu bersama.

Sekalipun memang tak ada jalan, ku pastikan aku masih sama.

Yang pernah mengagumimu, bermimpi banyak tentangmu, berharap masa depan bersamamu,

akan tetap sama.

Sekalipun aku berakhir dengan yang lain dan begitu pula denganmu,

kenyataan bahwa kau pernah menjadi yang terhebat dalam duniaku, tak akan berubah.

Sekalipun aku sempat meragukan semua rasaku,

kenyataan bahwa kau pernah menjadi yang ku inginkan, sudah cukup menjawabnya.

Untuk sekarang dan nanti, aku akan tetap begini.

Menanti hasil kerja waktu.

Sesuai atau tidak, bukan masalah.

Aku percaya, dan itu pun sudah cukup.

Semoga dengan begitu, tak ada lagi aku yang takut.

 

 

Suddenly it come out…

Karena berhari-hari sendiri, entah kenapa takut menjadi temanku. Sama seperti ketakutanku yang berpikir suatu saat nanti mungkin aku akan hilang dari ingatanmu.

February, 22th 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s